Sukses

Gara-Gara Standar Emisi, Suzuki Suntik Mati Mesin Diesel

Liputan6.com, New Delhi - Standar emisi baru BS6 yang diterapkan di India membuat para pabrikan mobil beradaptasi dengan standar tersebut. Salah satunya yang terkena dampak adalah Maruti Suzuki India Limited (MSIL).

Aturan itu membuat Suzuki menyudahi spesifikasi mesin tertentu. Salah satunya mesin diesel yang hanya memenuhi standar emisi BSIV.

Melansir GaadiWaadi, mesin diesel 1,3 liter DDiS yang bersumber dari Fiat itu dipakai oleh Suzuki S-Cross. Tapi karena kini mesin tersebut disudahi, maka Maruti Suzuki S-Cross hanya akan memiliki varian bensin.

Suzuki S-Cross hanya akan menggunakan mesin 1,5 liter K-series 4-silinder SHVS. Mesin itu disebut memiliki tenaga dan torsi sama dengan Suzuki Vitara Brezza.

Mesin hybrid ringan itu memiliki tenaga 104,2 Tk dan torsi puncak 138 Nm. Powertrain tersebut akan dikawinkan dengan transmisi manual 5-percepatan atau otomatis 4-percepatan.

Sumber: Otosia.com

 

2 dari 3 halaman

Percepat Pengiriman, Suzuki XL7 Diproduksi Lebih Awal

PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) membidik pangsa pasar 20 persen di segmen medium SUV Tanah Air melalui produk barunya Suzuki XL7. Masih satu platform dengan Suzuki Ertiga, apakah penyebaran penjualannya sama dengan saudaranya tersebut?

"Penyebaran segmen XL7 ini hampir sama dengan LMPV (Ertiga). Kalau bicara Jabodetabek, kira-kira 30 persen. Sisanya di luar Jabodetabek," terang Marketing Director 4W PT SIS Donny Saputra.

Pria berkacamata itu menyebutkan, Suzuki XL7 diproduksi secara lokal di dalam negeri, tepatnya di pabrik Cikarang, Jawa Barat. Dengan diproduksinya Suzuki XL7 di dalam negeri, proses pengiriman unit ke konsumen diharapkan bisa lebih cepat.

"Kebetulan kami sudah mulai produksi XL7 sejak Desember 2019 dengan VIN 2020 dan sekarang sudah masuk Februari, kami harap dari sabang sampai merauke unitnya sudah ada di dealer-dealer jadi kalau ada konsumen yang mau beli sudah bisa cepat dikirim. Pendistribusian ke dealernya sudah dilakukan sejak awal Januari 2020," ujar Donny.

Dirinya menyebutkan, untuk produksi awal XL7, tipe menengah dan tinggi mendominasi. Hal tersebut dilakukan karena permintaan pasar di awal kemunculan produk baru, tipe tengah dan tinggi yang paling dicari.

"Komposisi produksi tipe tengah dan atas 40 persen, tipe bawah 20 persen. Biasanya enam bulan pertama kebanyakan carinya grade paling tinggi," jelasnya.   

3 dari 3 halaman

Diekspor

Tidak hanya fokus ada pasar domestik, Suzuki XL7 juga akan diekspor ke sejumlah negara. Hal tersebut diungkapkan langsung Marketing Director 4W PT SIS Donny Saputra.

"Rencananya kami tidak akan jual di domestik saja. Di tahun ini target ekspor (XL7) ada di 29 negara. Sampai akhir 2020, target quantity ekspor 12,600 unit. Kami ekspor dengan status CBU (completely build up)," jelas Donny.

Sementara untuk pasar domestik, Suzuki membidik pangsa pasar 20 persen dari total penjualan segmen medium SUV yang mencapai 10 unit per bulan.

"Untuk target lokal market share 20 persen atau quantity 2.000 unit per bulan," ujarnya.

Angka tersebut berada di bawah Ertiga yang rata-rata penjualan per bulannya mencapai 2.500-3.000 unit. 

Merasakan Toyota Rush Generasi Terbaru
Loading
Artikel Selanjutnya
PKS Setuju Jika Pilkada 2020 Ditunda Akibat Wabah Corona
Artikel Selanjutnya
Pandemi Corona Meluas, Ini Rencana Bawaslu Semarang Jika Pilkada 2020 Ditunda