Sukses

Solusi Hadapi Limbah Baterai pada Kendaraan Listrik

Liputan6.com, Jakarta - Permasalahan yang banyak disorot terkait kendaraan ramah lingkungan seperti mobil hybrid dan listrik ialah limbah baterai yang digunakan. Memiliki masa pakai, pengolahan baterai kendaraan menjadi salah satu hal yang harus dipikirkan pabrikan otomotif di Tanah Air.

Isu limbah baterai kendaraan semakin mencuat kala Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) terkait mobil listrik.

Menanggapi hal tersebut, pengamat otomotif Yannes Martinus Pasaribu menegaskan saat ini sudah ada solusi terkait pengolahan limbah baterai kendaraan listrik.

"Limbah baterai secara akademis sudah ada solusinya. Pemerintah, bangunlah business model yang baru," katanya kepada Liputan6.com, Selasa (13/8/2019).

Yannes menegaskan riset saat ini menunjukkan limbah baterai kendaraan listrik bisa didaur ulang, karena itu dukungan pemerintah terkait hal ini sangat dibutuhkan.

"Secara laboratorium, limbah baterai sudah bisa didaur ulang, bahkan hingga 95% reusable. Dukung lah hilirisasi riset tersebut agar bisa layak secara keekonomian," ujarnya.

2 dari 3 halaman

Dikembangkan di Indonesia

Bukan di luar negeri, Yannes mengatakan riset terkait daur ulang baterai mobil listrik dilakukan di dalam negeri, tepatnya oleh Universitas Sebelas Maret (UNS).

"Sudah berhasil dikembangkan sekali lagi oleh UNS, bukan luar negeri. Dalam skala laboratorium," tuturnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Juga Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Gaikindo: Impor Mobil Listrik Harus Dibatasi 2 Tahun
Artikel Selanjutnya
Pemerintah Tetapkan Tarif Pengisian Daya Mobil Listrik, Berapa Besarannya?