Sukses

BERITA TERKINI:JELANG PENGUMUMAN KABINET JOKOWI JILID 2

Mobil Esemka Bensin Tidak Bisa Diproduksi Massal, Ini Alasannya

Liputan6.com, Jakarta - Ketentuan standar Euro 4 untuk kendaraan roda empat di Indonesia telah berlaku sejak akhir tahun lalu. Aturan ini tertuang dalam Peraturan Menteri LHK No.P. 20 Tahun 2017 Tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor roda 4 atau lebih Tipe Baru Kategori M, N dan O.

Dalam pasal 2 ayat 1 disebutkan, setiap usaha dan/atau kegiatan produksi kendaraan bermotor tipe baru, wajib memenuhi ketentuan Baku Mutu Emisi Gas Buang standar Euro 4. Melihat hal tersebut, Esemka tak bisa melakukan produksi massal kendaraannya.

"Sebenarnya Sertifikat Uji Tipe (SUT) mereka itu masih Euro2 waktu homologasi, kalau mereka mau diproduksi sekarang harus Euro4 untuk bensin," kata Kepala Subdit Uji Tipe Kendaraan Bermotor Kemenhub Dewanto Purnacandra di Jakarta.

Apabila Esemka ingin melakukan produksi kendaraan dengan mesin bensin, Dewanto menegaskan, mobil yang terkenal sebagai karya anak bangsa itu harus harus melakukan uji ulang.

"Berarti dia harus mengajukan uji lagi untuk Euro4, itu belum lakukan mereka. Semua mobil yang melakukan uji tipe itu ada 11-an kalau enggak salah, iya semuanya Euro2. Kalau mau produksi harus mengajukan lagi," kata Dewanto.

2 dari 3 halaman

Esemka Diesel

Meski demikian, Esemka memiliki mobil dengan mesin diesel. Hal itu memungkinkan pabrikan melakukan produksi mobil apabila menggunakan mesin diesel.

"Iya betul (kalau produksi mungkin pakai mesin diesel)," ujar Dewanto.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
KIA Siap Luncurkan Dua Mobil Terbaru, Pesaing Toyota Innova dan Honda HR-V
Artikel Selanjutnya
Kabar Pembukaan Dealer Esemka Ternyata Hoaks