Sukses

Puluhan Ribu Orang Padati Pantai Padang Galak Bali, Ada Apa?

Liputan6.com, Denpasar - Ajang Custom War yang diprakarsai secara kolektif oleh komunitas motor Naskleeng 13 (NK13) Bali, resmi diselenggarakan akhir pekan lalu. Acara yang diselenggarakan selama dua hari itu bertempat di Taman Festival Bali, Pantai Padang Galak, Denpasar, Bali.

Perlu diketahui, acara ini berhasil mendatangkan 30.000 pengunjung dari berbagai kota di Indonesia dan wisatawan mancanegara. Salah satu yang menarik dari acara tahun ini ialah area display motor.

“Untuk display motor-motor yang kita tampilkan memanfaatkan stage dome yang dulunya merupakan sebagai teater, awalnya kondisi teater tersebut tidak terurus dan menjadi sarang kelelawar dan juga tempat berkumpulnya para pehobi seni mural dan grafiti,” kata Surya Bandunk, panitia penyelenggara NK13 Custom War 2019.

 

Taman Festival Bali merupakan area rekreasi yang terbengkalai sejak tahun 2000. Area seluas 8,9 hektar ini akhirnya lebih dikenal oleh masyarakat umum sebagai lokasi ‘mistis’.

Telah dibersihkan sejak November 2018, Bandunk mengaku ambience yang ada di lokasi menjadi tempat untuk men-display motor-motor kustom.

Spot bangunan unik yang sudah ada dimanfaatkan oleh panitia untuk menampilkan 171 motor custom dari berbagai aliran dan belasan mobil kustom karya builder Indonesia.

“Kita memanfaatkan spot yang dulunya menjadi tempat berkumpulnya komunitas motor custom culture, Naskleeng 13 (NK13)," ujar Bandunk.

 

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

Selain itu, pemilihan lokasi merupakan pilihan tamu builder internasional yang hadir.

“Terus terang saya terkejut saat pertama kali melihat lokasinya, tempat ini merupakan salah satu venue terbaik untuk sebuah acara motor yang pernah saya datangi,” ujar Max Schaaf (4Q) skateboarder dan chopper builder asal Amerika Serikat

Sebelum pelaksanaan acara puncak, telah diselenggarakan kontes surfing di tanggal 9 dan 10 Januari. 

Selain display motor-motor kustom, Customwar 2019 juga diisi oleh berbagai aktivitas seperti Skate Jam, fotografi analog, tato, ilustrasi, die cast, action figure, clothing lokal, komunitas musisi independen Bali, kolektor musik dan komunitas street art.

Loading
Artikel Selanjutnya
Motor Kustom Karya Anak Bangsa Kembali Tebar Pesona di Italia
Artikel Selanjutnya
Builder Internasional Berkumpul di Bali, Ada Acara Apa?