Sukses

Lamborghini SC18, Banteng Terbuas yang Turun ke Bumi

Kini, pabrikan berlogo banteng ini kembali mengejutkan dunia otomotif dengan merilis supercar terbarunya, Lamborghini SC18.

Liputan6.com, Sant'Agata Bolognese - Lamborghini tak pernah puas dalam mengejar kecepatan. Produsen supercar asal Italia ini pernah menghadirkan Lamborghini Miura yang bermesin tengah saat pabrikan lainnya sedang ramai menaruh mesin di bawah kap depan.

Kini, pabrikan berlogo banteng ini kembali mengejutkan dunia otomotif dengan merilis supercar terbarunya, Lamborghini SC18. Menariknya, mobil sport ini dikembangkan oleh divisi balap mereka, Lamborghini Squadra Corse, tak heran jika desain dan performanya mengerikan.

Mengutip dari Topgear.com, Lamborghini SC18 merupakan mobil yang memadukan keunggulan dari berbagai produk Lamborghini lainnya. Di sektor depan, terdapat air-intake dan bonnet milik Huracan GT3 Evo. Kemudian, desain sirip, airscoop, dan lekuk body karbonnya diadopsi dari Huracan Super Trofeo Evo.

Sementara itu, mesinnya menggunakan milik Lamborghini Aventador SVJ berkonfigurasi V12 6.500 cc. Dapur pacu ini mampu menghasilkan tenaga yang terbilang brutal, 760 Tk dengan torsi mencapai 720 Nm. Sayangnya, belum ada informasi secara detail terkait hasil perpaduan mesin ini dan desain Lamborghini SC18.

Namun, pada Lamborghini Aventador SVJ, mesin ini mampu membuatnya berakselerasi dari 0-100 km/jam hanya dalam 2,8 detik dan 0-200 km/jam dalam 8,6 detik serta kecepatan maksimal mencapai 350 km/jam. Kemungkinan, performa ini akan meningkat dengan segala keunggulan yang tertanam pada Lamborghini SC18, salah satunya adalah knalpot baru bersuara unik.

Sumber: Otosia.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Dua Model Lamborghini Terlaris di Dunia, Apa Saja?

Automobili Lamborghini S.p.A melaporkan penjualan unitnya. Dilaporkan dua model Lamborghini alami peningkatan pengiriman global. Dalam enam bulan pertama tahun fiskal 2018, Lambo berhasil mencatatkan total pengiriman 2.327 unit supercar ke pelanggan di seluruh dunia. Huracan dan Aventador masih jadi andalan utama.

Dibanding periode yang sama di tahun sebelumnya, Lambo mengklaim terjadi peningkatan sebesar 11%. Konon, angka ini, memecahkan rekor baru. Bahkan melampaui angka penjualan dari rentetan periode sebelumnya.

 

Bagaimana dengan penjualan Urus, SUV gahar bikinan Lamborghini? Dikatakan belum ada catatan signifikan. Pengiriman SUV Lamborghini Urus baru dimulai Juli kemarin. Jadi wajar saja belum berkontribusi banyak. Dengan demikian, pertumbuhan Lambo disokong dari line-upHuracán dan Aventador.

Paling kencang kontribusinya, Huracán Performante. Penjualan global model Huracán dengan Coupé, Spyder dan versi racing car menunjukkan peningkatan dari 1.400 unit menjadi 1.604 unit. Sementara supercar dengan lencana Aventador, mempertahankan level tinggi dari periode sebelumnya, dengan 673 unit yang dikirimkan.

Namun Lambo hanya membeberkan penjualan dua unit itu saja. Tak ada data yang lain. Untuk sekadar perbandingan. Tahun lalu, perusahaan yang berada di bawah naungan Audi AG ini, mencatatkan torehan 3.815 unit di 2017. Tahun ini penjualan diprediksi lebih baik.

“Kesuksesan ini luar biasa, karena kami menguasai banyak tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dalam menciptakan model-model baru di jajaran mobil supersport kami. Sementara secara bersamaan, kami upayakan meningkatkan produksi Super SUV Urus kami yang sangat diakui. Inilah lompatan kuantum dalam sejarah Lamborghini. Semua terjadi lantaran semangat, dedikasi dan kompetensi tim kami yang tak tertandingi,” jelas Stefano Domenicali, Chief Executive Officer Automobili Lamborghini S.p.A, dalam keterangan resmi.

 

Sedikitnya ada tiga pasar yang paling banyak menyerap penjualan di 2018. Pasar tunggal terbesar Amerika Serikat, diikuti Jepang dan Inggris. Sementara wilayah terkuat lain ada di Eropa, dengan peningkatan lebih dari 30%. Kata Lambo, negara seperti Italia, Inggris dan Austria menunjukkan tingkat pertumbuhan tertinggi.

Lambo mengaku telah membenamkan investasi besar-besaran. Semua dilakukan demi pengembangan dan produksi baru Lamborghini Urus di markasnya, Sant'Agata Bolognese. Jelas, mereka berharap Urus memberi kontribusi besar. Setidaknya harapan itu dinyatakan bos besar Lambo.

Stefano Domenicali menggarisbawahi, "Pengiriman pertama dari Super SUV kami dimulai. Kami sudah atur panggung penjualan untuk memasuki dimensi baru bagi perusahaan. Kami berharap banyak. Namun juga tidak pernah mengorbankan eksklusivitas dari merek kami."

Untuk diketahui, mereka menjual kendaraan lewat 145 dealer resmi, yang tersebar di 50 negara. Lewat jaringan tersebut, mereka harus bekerja keras untuk membukukan penjualan apik hingga akhir tahun. 

Sumber: Oto.com

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.