Sukses

Tanggapan Rian Ernest Mengenai Tingginya Kecelakaan Lalu Lintas di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta Kecintaannya kepada sepeda motor membuat Rian Ernest Tanudjaja, Calon Anggota Legislatif dari Partai Solidaritas Indonesia daerah pemilihan DKI Jakarta I kerap blusukan ke berbagai wilayah di Ibu Kota.

Meski begitu, Rian rupanya memiliki misi tersendiri di balik kegemarannya mengendarai sepeda motor. Ya, dirinya ingin mengedukasikan kepada masyarakat, khususnya kalangan muda perihal bahaya sepeda motor yang kerap menyebabkan kecelakaan.

“Angka kematian remaja di Indonesia tertinggi soal kecelakaan lalu lintas. Saya miris melihatnya. Negara lain narkoba, dan kita kecelakaan motor,” ujar Ernest kepada Liputan6.com, saat berkunjung ke kantor KLY di Gondangdia, Jakarta, Senin (9/10/2018).

Menurut Ernest, ada dua penyebab tingginya angka kecelakaan di Indonesia. Pertama kelalaian orang tua.

“Orang tua, seharusnya mengedukasi melarang anaknya berkendara jika di bawah umur. Tak terkecuali karena engga pake helm,” kata Ernest.

Selain itu, ada juga karena pihak polisi. Rian Ernest menilai, polisi sudah seharusnya menindak tegas pengendara yang melanggar aturan, baik itu remaja di desa maupun di kota. Termasuk harus memaksa pengendara menggunakan helm.

2 dari 3 halaman

Motor Rian Ernest

Rian Ernest Tanudjaja untuk memilih sepeda motor sebagai kendaraan andalannya. Pria yang kini mencalonkan diri sebagai Anggota Legislatif dari Partai Solidaritas Indonesia derah pemilihan DKI Jakarta I itu mengaku menyukai dunia otomotif khususnya sepeda motor sejak berusia dini.

Dia mengaku, beberapa sepeda motor yang pernah dimilikinya mulai dari Honda Astrea, Mega Pro hingga Tiger.

Kini, untuk menunjang kegiatan sehari-hari, Rian telah memiliki tunggangan baru, yaitu Royal Enfield Classic 500.

Pilihan jatuh pada merek motor klasik asal Inggris ini lantaran harganya jauh lebih terjangkau dibanding motor gede (moge) pada umumnya. Selain itu, faktor "bandel" menjadi alasan lain ia memilih motor ini.

“Royal Enfield ini di India jadi motor pasar. Banyak yang pakai, kayak kacang goreng. Di India motor ini dianggap kuat,” ucap lulusan Hukum Bisnis Fakultas Universitas Indonesia itu.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Artikel Selanjutnya
Caleg Tampan Ini Pilih Royal Enfield buat Blusukan
Artikel Selanjutnya
Bila Masuk Parlemen, PSI Bakal Pangkas Fasilitas Anggota DPR