Sukses

Ini yang Membuat 'The 29' Jadi Motor Kustom Terbaik Kustomfest 2018

Liputan6.com, Yogyakarta - Kustomfest 2018 banyak menelurkan motor dan mobil kustom terbaik karya anak bangsa. Dari sekian banyak karya yang ditampilkan dalam lebaran anak motor kustom tersebut, motor garapan Andika Pratama dari Krom Works menyabet gelar Best Bike Kustom Kustomfest 2018.

Motor kustom berjuluk 'The 29' itu mampu mencuri perhatian para juri lokal maupun international berkat gaya neo-cafe racer yang dianut.

Pencapaian ini mengokohkan Andika sebagai juara bertahan karena pada Kustomfest tahun lalu karyanya juga menyabet gelar yang sama melalui motor kustom berjuluk 'The Stone'.

Pria asal Jakarta itu kembali menggunakan material stainless steel berlabur krom pada karya terbarunya tersebut. Adapun basis motor yang digunakan adalah Harley-Davidson Softail Evolution S & S 96 cubic inch lansiran 2015.

"Saya ingin sesuatu yang berbeda pada motor ini. Cafe racer identik dengan ban lebar, pakai suspensi sport, pakai fairing, tapi saya ingin yang beda, jadi saya terapkan parts handmade semua, mulai dari bagian depan pakai model klasik, konsepnya girder suspension. Saya create sendiri murni dari ide sendiri dan frame saya buat customize juga dari material stainless steel juga," terang Andika usai dinobatkan sebagai pemenang di Kustomfest 2018, Jogja Expo Center, Yogyakarta, Minggu (7/10) malam. 

* Update Terkini Asian Para Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru di Sini.

Lebih lanjut ia menyebutkan, proses perakitan penggunaan material stainless steel cukup sulit, meski begitu bahan tersebut sangat kuat sehingga cocok menopang bobot mesin dan lain-lainnya.

"Saya pakai stainless steel khusus untuk konstruksi berat, yaitu tipe 316 tanpa sambungan di dalamnya. Yang pasti lebih kuat, ketebalannya bisa sampai 6 mm. Jadi frame digabung, di depan pakai pipa, di belakangnya swing arm pakai plat stainless steel," terang Andika yang telah mencintai sepeda motor sejak kecil.

Tak hanya itu, penggunaan stainless steel dan warna krom juga menjadi ciri khas Andika lantaran tahun lalu, dia pun menyabet Best Bike Kustom. Menurutnya hal itulah jadi karakter tersendiri bagi dia.

"Tantangannya kalau bahan stainless steel di welding (las) itu bergerak. Jadi solusinya kami buat bracket masing-masing. Enggak pakai CNC, semua manual, ada las khusus. Total pengerjaan itu sekitar 6 bulan dari nol sampai jadi," ujarnya.

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

Andika menyatakan, salah satu yang membuat dirinya repot dalam perakitan The 29 yaitu pada bagian suspensi belakang. Hal ini karena sistem dia terapkan tidak di bagian bawah frame seperti pada umumnya, melainkan atas frame.

"Jadi mekanismenya yang saya ke depankan pada motor ini. Cara kerja suspensi tetap sama, tapi mekanismenya saya ubah semua," ucap pria kelahiran 12 November 1988 itu.

Andika juga mengaku, meski telah dilakukan rombakan secara total namun untuk jantung tetap mempertahankan ke orisinalitas mesin berkapasitas 1.800 cc.

Berikut spesifikasi lengkap The 29:

Mesin 

- S&S 96 cubic inch tahun 2015

- Softail evolution Gear box

- Stock primary drive 

- Carburetor S&S super E 

- Ignition Cranecams single fire 

Kustom

- Frame Custom (Stainless steel)

- Swing arm Custom (Stainless steel)

- Custom mekanisme HD softail rear suspension

- Girder suspension Custom (Stainless steel)

- Fuel tank custom (Stainless steel)

- Custom handlebar (Stainless steel) 

- Custom front firing (Stainless steel)

- Pop up gas cup

- Seater custom 

- Custom (Stainless steel) hornet 

- Led head lamp

- Led stop lamp 

- Exhaust custom (Stainless steel)

- Handlebar adjustable (Stainless steel)

- Head lamp Custom (Stainless steel)

- Exhaust Custom (Stainless steel)

Kaki-Kaki

- Velg Aluminium 21 × 3.5 Depan dan belakang- Ban  Sinko 21 - 300- Custom Hub CBX

Artikel Selanjutnya
Daftar Pemenang Kustomfest 2018
Artikel Selanjutnya
Custom Culture Khusus untuk Motor Kustom Bermesin Besar, Benarkah?