Sukses

Bos Fiat Chrysler dan Ferrari Mundur, Ada Apa?

Liputan6.com, Milan - CEO Fiat Chrysler Automobiles (FCA) dan Ferrari, Sergio Marchionne mengalami komplikasi akut pascaoperasi. Komplikasi ini memburuk secara signifikan dalam beberapa jam terakhir.

Terkait itu, perusahaan telah mengonfirmasi bahwa Marchionne tidak akan dapat kembali bekerja.

Dilansir Carscoops, Senin (23/7/2018), setelah rapat dewan darurat, FCA memutuskan untuk mempercepat proses transisi CEO dengan mencari pengganti Marchionne yang berencana untuk pensiun tahun depan.

Ia akan digantikan oleh Mike Manley yang telah ditunjuk sebagai CEO sementara. Meski sementara, Dewan Direksi FCA akan memilih dia menjadi direktur eksekutif perusahaan berikutnya.

Pengangkatan bos baru ini akan dilakukan pada pertemuan pemegang saham berikutnya yang akan digelar beberapa hari mendatang.

Berbicara tentang kesuksesan, Manley dianggap sebagai salah satu kandidat utama untuk menggantikan Marchionne. Dia telah menjadi CEO Jeep sejak 2009 dan CEO RAM sejak 2015.

Kedua merek tersebut telah mengalami kesuksesan besar di bawah kepemimpinannya dan dia memiliki karier yang mengesankan sejak bergabung dengan Daimler Chrysler pada 2000.

 

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

John Elkann, ketua kelompok investasi Exor dan pewaris keluarga Agnelli mengungkapkan kesedihannya atas kondisi kesehatan Marchionne.

"Ini adalah situasi yang tidak terpikirkan, dan satu yang meninggalkan kita semua dengan rasa ketidakadilan," kata Elkann.

Untuk diketahui, John Elkann telah ditunjuk sebagai Chairman Ferrari. Ia adalah salah satu anggota keluarga pemilik Ferrari. Selain dirinya, Louis Camilleri juga ditunjuk Ferrari untuk menggantikan posisi Marchionne.

 

 

3 dari 3 halaman

Selanjutnya