Sukses

Dikabarkan Bangkrut, Ini Tanggapan Kia Mobil Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - PT KIA Mobil Indonesia selaku distributor resmi mobil KIA di Tanah Air diterpa kabar bangkrut. Hal ini karena merek pabrikan asal Korea Selatan disebut tak lagi menempati kantor di kawasan Sunter, Jakarta Utara.

Tak hanya itu, kabar ini ditunjang dengan data wholesales (penjualan pabrik ke dealer) Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), selama April, Mei dan Juni, KIA tak terlihat adanya transaksi penjualan. Sepanjang semester pertama 2018, KIA hanya menjual 122 unit.

Menanggapi hal tersebut General Manager Marketing PT KMI, Ridjal Mulyadi, angkat bicara. Dia pun menepis kabar KIA bangkrut.

“Kalau bangkrut kita enggak launching (KIA Grand Sedona diesel) hari ini (18/7/2018). Kita masih berjalan normal, baik jualan maupun servis,” ungkap Ridjal saat peluncuran KIA Grand Sedona diesel di kawasan Pantai Mutiara, Jakarta Utara.

Sementara itu, lokasi kantor yang tak lagi ditempati itu disebutkan bukan karena ditutup, melainkan hanya pindah ke lokasi baru di Jalan Garuda, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Bahkan, kepindahan tersebut hanya dilakukan divisi servis atau dealer. Sedangkan manajemen dan lainnya masih berlokasi di tempat lama.

“Jujur saja kita lagi ada konsolidasi, konsolidasi itu salah satunya entah itu perpindahan dealer. Jadi memang kalau yang Sunter, pada Agustus tahun ini pindah ke Jalan Garuda. Di sana ada fasilitas 3S,” katanya. Sementara itu, terkait nihil data penjualan di Gaikindo, GM Business Development PT KMI, Harry Yanto menyatakan, pada dasarnya KIA masih melakukan penjualan khususnya retail (dealer ke konsumen).

“Penjualan tetap jalanlah, dealer-dealer perlu hidup, perlu kita supply untuk jualan menghasilkan uang. Mungkin ada beberapa media mengekspos tidak jualan karena memang tidak ada datanya. Tapi no comment sementara ini, tapi ya kembali lagi kalau suatu saat sudah tune in lagi data-datanya ada,” ujar Harry.

 

 

2 dari 3 halaman

Tak Ikut Pameran Otomotif

Seperti tahun-tahun sebelumnya, pameran otomotif bersakala international juga digelar di Tanah Air. Salah satunya Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) yang digelar Agustus 2018 mendatang.

Namun kini, KIA rupanya absen hajatan otomotif tersebut. "Tentunya keputusan manajemen,” ucap Ridjal

Ridjal menjelaskan mengapa merek mobil dari negeri Gingseng itu absen. Pertama, kata dia, mepet. Hal ini berkaitan dengan adanya perubahan di manajemen KMI dan juga perpindahan divisi yang disebutkan di atas.

“Kedua, belum ada model fresh untuk diluncurkan. Ini memang model baru (Grand Sedona diesel) tapi cuma varian, jadi memang manajemen memutuskan tidak ikut kali ini," aku Ridjal.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: