Sukses

Avanza Bakal Dijadikan Angkot Jakarta, Berapa Ongkosnya?

Liputan6.com, Jakarta - Mobil jenis Low Multi Purpose Vehicle (LMPV) akan lebih banyak menghiasi Ibu Kota Jakarta di 2018 mendatang. Ini karena mobil-mobil yang berada di segmen Low MPV tersebut bakal terjun dijadikan angkutan kota (angkot) atau mikrolet.

Setidaknya, rencana ini sedang diproses para pemilik angkot yang tergabung dalam Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta.

Bahkan Ketua Organda DKI, Shafruhan Sinungan, mengatakan saat ini ada beberapa agen tunggal pemegang merek yang sudah mendaftarkan untuk produknya digunakan sebagai angkot, seperti Toyota Transmover, Wuling Confero, Suzuki APV, dan Daihatsu Gran Max.

Shafruhan juga menyatakan bahwa angkot di Jakarta nanti akan dilengkapi dengan AC dan tempat duduknya pun mirip kendaraan pribadi, bukan saling berhadapan.

Trayek angkot dengan model Transmover atau versi paling rendah dari Avanza ini juga akan berubah.

“Makanya akan dilakukan Re-routing, untuk menyentuh langsung wilayah-wilayah permukiman masyarakat,” ucap Shafruhan kepada Liputan6.com, Kamis (21/12/2017).

Dia juga menyatakan, penyegaran angkot ini nantinya akan bersinergi dengan program pemerintah DKI Jakarta, yaitu one karcis one trip (OK-Otrip).

Program ini dibuat dengan maksud seluruh moda transportasi di Ibu Kota, termasuk bus kecil atau angkot menjadi Feeder TransJakarta.

“Jadi masyarakat cukup sekali bayar Rp 5.000, walau berpindah dengan moda lain atau TransJakarta,” ucapnya,

 Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

Selain soal kenyamanan dan keamanan yang diberikan kepada penumpang, ternyata niat Organda melakukan penyegaran juga telah dipikirkan secara matang, termasuk oleh pemerintah DKI Jakarta.

“Pengusaha bus kecilnya atau mikrolet akan dibayar rupiah per km. Sesuai program Ok-Otrip, ada subsidi dari pemerintah DKI melalui public service obligation (PSO) by TransJakarta,” tuturnya.

Rencananya penyegaran angkot di Jakarta ini akan dilakukan mulai Februari-Maret 2018 mendatang. Sebelumnya, program Ok Otrip ini telah dilakukan simulasi yang bertempat di pendopo Balai Kota DKI Jakarta, pekan lalu.

Program ini, dilakukan uji coba selama tiga bulan terhitung mulai pertengahan Januari 2018 hingga April 2018.

Untuk uji coba, ada empat trayek yang akan diintegrasikan dalam uji coba, yaitu di kawasan Jelambar Jakarta Barat, Duren Sawit Jakarta Timur, Warakas Jakarta Utara, dan Lebak Bulus Jakarta Selatan.

Loading