Liputan6.com, Jakarta - Hari Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober selalu jadi momen istimewa untuk mengingatkan kembali betapa kayanya warisan budaya Indonesia. Tahun ini, semangat itu dihidupkan lewat Festival Batik Lokal yang berlangsung sejak 25 September hingga 5 Oktober 2025.
Beragam koleksi batik khas Nusantara dipamerkan, mulai dari kain, busana, hingga aksesori, dengan satu tujuan, mendekatkan batik ke masyarakat luas, bukan hanya sebagai pakaian formal, tetapi bagian dari gaya hidup sehari-hari.
Di Rembang, Jawa Tengah, batik tulis Lasem menjadi saksi perjalanan panjang akulturasi budaya Jawa dan Tionghoa. Motif naga dan burung phoenix yang berpadu dengan pola klasik Jawa menjadi ciri khasnya. Namun, sempat ada masa “mati suri” ketika batik printing merajai pasar.
Advertisement
Farida, seorang pengrajin batik sekaligus pemilik Batik Lasem Unik, bercerita bagaimana pelatihan membatik yang digelar pemerintah kembali menyalakan api semangat di kampungnya. “Dari pelatihan itu, banyak lahir pebisnis batik baru, termasuk saya. Penjualan online bahkan bisa tembus puluhan juta, dan itu yang jadi pemicu semangat kami,” ujarnya.
Berbeda lagi dengan suasana di Kampung Batik Kauman, Pekalongan. Warga di sana menjaga tradisi batik secara kolektif, dengan pusat UMKM, workshop, hingga ruang belajar untuk generasi muda. Dari kampung inilah Athya Sabrina dan suaminya, Burhanuddin, mengembangkan sarung batik khas Kauman melalui usaha keluarga mereka, Athya Batik.
"Dulu sarung batik Kauman hanya bisa ditemukan langsung di kampung. Sekarang penjualannya bisa ratusan potong per bulan. Saat Lebaran, permintaan bahkan naik sampai empat kali lipat,” kata Athya bangga.
Nilai Budaya
Sementara itu, Solo punya kisah inspiratif lain dari Kampung Batik Laweyan, kampung batik tertua di Indonesia yang sudah eksis sejak abad ke-14. Dari kampung ini, lahir Mahfud Fadholi, pendiri Batik Arkanza. Ia dulunya bekerja sebagai driver ojek daring, sebelum memberanikan diri menekuni usaha batik sejak 2018. Kini, Batik Arkanza mempekerjakan lebih dari 60 pengrajin lokal. “Banyak pelanggan awalnya kenal lewat platform digital, lalu datang langsung ke toko offline di Laweyan. Itu bukti teknologi bisa menjaga tradisi tetap hidup,” tuturnya.
Cerita dari Lasem, Kauman, dan Laweyan memperlihatkan bagaimana batik terus beradaptasi dengan zaman. Dukungan teknologi digital juga memberi ruang baru bagi para pengrajin untuk menjangkau pasar lebih luas.
Salah satu mitra yang aktif memfasilitasi ekspor produk batik adalah Shopee. Melalui program ekspornya, batik tercatat sebagai salah satu kategori produk teratas, dengan Malaysia, Singapura, dan Filipina sebagai tujuan utama.
“Kami senang melihat warisan budaya Indonesia diminati dunia. Festival Batik Lokal diharapkan bisa mendorong pengrajin batik naik kelas di era digital,” ujar Satrya Pinandita, Head of Corporate Affairs Shopee Indonesia.
Festival Batik Lokal juga mengajak generasi muda ikut merayakan dengan cara kekinian, misalnya mengunggah foto mengenakan batik favorit di media sosial. Harapannya, batik tidak hanya hadir di acara-acara formal, tapi juga semakin lekat dalam keseharian masyarakat.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9288313/original/005703000_1783311841-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-06T103916.100.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4889778/original/044650100_1720754462-tentara_israel_dapet_kiriman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300009/original/089493000_1784283677-Untitled_design.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297860/original/099954200_1784109220-cek_fakta_-_purbaya_kuis_tebak_nama_kota.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5365232/original/062017800_1759148671-Jepretan_Layar_2025-09-28_pukul_19.22.20.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299397/original/073517100_1784250863-000_B6Z433V.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300000/original/049582300_1784282893-mainoo_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9111027/original/077801500_1783052609-AP26183730218725.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4265020/original/007345300_1671377845-4_AP22352556886313.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3202507/original/071215900_1596847894-AP20220691523830.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5247508/original/065942500_1749538198-pildun.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8618472/original/047612700_1782607192-000_B8JU4KY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9287291/original/083160400_1783207895-063_2284678786.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299067/original/052484900_1784191879-lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4256851/original/004151200_1670703759-7_AP22344709351178.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299482/original/065812300_1784259465-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9297796/original/002584500_1784106935-didier.jpg)