Sukses

Jangan Ucapkan Kalimat Berikut Bila Tak Ingin Dicap Sombong

Liputan6.com, Jakarta Cara supaya Anda tidak lagi merasa insecure adalah dengan percaya diri. Hal itu rasanya mudah diucapkan tapi sulit dilakukan. Orang percaya diri cenderung yakin dengan kemampuan dirinya.

Namun, jika berlebihan maka dapat membuat orang lain yang melihatnya salah paham. Mereka bahkan bisa berpikir bahwa Anda adalah orang yang sombong. Kedua hal antara percaya diri dan sombong memang berbeda tipis.

Tapi, ada cara yang bisa Anda sadari tentang perbedaan tipis orang yang percaya diri dan orang yang sombong.

Melansir laman CNBC, Senin (21/11/2022), ada 10 kalimat yang harus anda buang jika anda ingin didengar lebih percaya diri dan menyenangkan.

1. “Saya tidak bermaksud menyombongkan diri, tapi ...”

Orang yang mengucapkan kalimat seperti ini secara tidak langsung memberikan isyarat pada orang lain bahwa ia akan menyombongkan dirinya sendiri. Menyombongkan diri adalah salah satu ciri dan perilaku narsistik.

Jadi ketika kalimat itu keluar dari mulut anda, anda bisa dinilai bukanlah seorang yang percaya diri tapi egois.

2. “Saya sudah tahu itu ...”

Ketika ada teman anda yang menjelaskan sesuatu lalu anda menanggapinya dengan kalimat seperti itu maka dapat membuat teman anda merasa bahwa dirinya diremehkan. Ya, anda bukan terdengar “pintar” namun arogan. Oleh karena itu, hindari kalimat semacam ini.

3. “Saya cukup yakin bahwa ...”

Tidak apa-apa jika anda ingin memastikan sesuatu tapi jangan berlebihan. Jika anda tidak mau di cap sombong maka tidak ada salahnya kalau anda mengatakan tidak tahu sesuatu. Hal itu pun bisa membuat orang lain merasa dihargai untuk menjelaskan berbagai hal pada anda.

4. “Jangan tersingung, tapi ...”

Kalimat ini terdengar seperti anda berhak untuk mengkritik orang lain. Hal ini terdengar pasif-agresif. Hal tersebut bisa memicu pertengkaran dalam percakapan karena dengan berkata seperti itu membuat anda terlihat akan mengatakan sesuatu yang bisa menyinggung perasaan orang lain.

5. Terlalu sering menggunakan “aku ...”

Jangan terlalu sering menggunakan kata “aku”. Hal itu karena bisa mengakibatkan orang lain merasa bahwa anda orang yang egois dan juga narsistik. Orang cenderung merasa lebih positif terhadap orang lain ketika menggunakan kata-kata inklusif.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 2 halaman

Perkataan Lain

6. “Aku hanya bercanda!”

Ini adalah salah satu cara pasif-agresif untuk mengatakan bahwa anda lebih tahu daripada lawan bicara anda. Namun, ketika anda berkomentar atau mengkritik lalu di akhir ucapannya ditambah dengan kalimat “bercanda”, tujuannya untuk menghilangkan rasa sakit lawan bicara anda.

Namun hal itu tidak akan berhasil karena lawan bicara anda kemungkinan menganggap bahwa itu adalah sebuah hinaan. Jadi sebaiknya tidak perlu katakan apapun daripada berakibat menyinggung seseorang.

7. “Kamu mungkin tidak tahu ini, tapi ... “

Kalimat ini membuat anda seperti orang yang sedang meremehkan pengetahuan atau kemampuan orang lain. Jika anda ingin berbagi informasi, jangan menggunakan kata yang menyebalkan seperti ini.

8. “Saya kaget anda tidak bisa, padahal ini mudah”

Mungkin anda benar-benar terkejut karena seseorang tidak dapat melakukan atau memahami sesuatu yang anda anggap mudah. Namun jika anda mengatakannya secara lantang, membuat anda hanya akan dianggap sombong.

9. “Kamu tidak mengerti”

Beberapa orang menggunakan kalimat ini ketika mereka telah menjelaskan tentang ide yang mereka punya kemudian temannya merasa bahwa itu tidak akan berhasil atau tidak akan bagus. Hal ini dapat menyebabkan anda dianggap sebagai orang anti kritik.

10. “Jika aku jadi kamu, maka aku akan ...”

Kalimat seperti ini biasanya digunakan ketika ada seseorang yang meminta nasihat. Sebaiknya jangan pakai kata ini karena anda jadi seperti orang yang ingin menghakimi, bukan mendukung.

Ketika anda berkomunikasi dengan orang lain, anda harus siap untuk mendengarkannya dengan baik. Oleh karena itu, jangan memotong pembicaraan mereka.

Tidak hanya itu saja, jangan mendominasi pembicaraan dan menjadikan percakapan itu segalanya tentang dirimu.

Penulis: Nita Suci Lydiarti

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.