Sukses

Menurut Penelitian, Golongan Darah Ini Berisiko Terkena Penyakit Jantung

Liputan6.com, Jakarta Golongan darah terdiri dari bermacam-macam. Ada yang memiliki golongan darah A, B, AB, atau O. Di balik itu, ternyata golongan darah berpengaruh terhadap risiko penyakit jantung yang diderita tiap orang.

Menurut sebuah studi baru, golongan darah bahkan bisa mengisyaratkan risiko penyakit. Sementara itu, orang dengan golongan darah tertentu bisa berada pada risiko penyakit jantung yang lebih tinggi.

Memang, diet yang sehat, seimbang dan rezim latihan yang baik berkontribusi untuk jantung yang lebih sehat. Namun sayangnya, beberapa golongan darah dapat meningkatkan risiko penyakit.

Golongan Darah Berpengaruh Terhadap Penyakit

Melansir Timesnownews, Selasa (10/5/2022), menurut sebuah penelitian, golongan darah non-O – A, B, dan AB – lebih rentan terhadap gangguan pembekuan darah, penyakit jantung, dan gagal jantung.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan American Heart Association dan melibatkan 400.000 orang disimpulkan bahwa golongan darah non-O berisiko tinggi serangan jantung sekitar 8 persen dan 10 persen peningkatan risiko gagal jantung.

Studi lebih lanjut menemukan bahwa orang dengan golongan darah A dan B 51 persen lebih mungkin untuk mengembangkan pembekuan di pembuluh darah dan 47 persen menderita emboli paru.

Para ahli percaya, hal itu dapat terjadi karena gen ABO dapat membuat sel darah merah menjadi stiker dan lebih tahan terhadap aliran darah. Akibatnya, darah mengental, dan terbentuk gumpalan yang bisa meningkatkan risiko penyakit jantung.

 

2 dari 2 halaman

Jenis Darah

Jenis Darah dan Risiko Penyakit Jantung

Sebelumnya, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal AHA Arteriosklerosis, Trombosis dan Biologi Vaskular telah mengevaluasi 89.500 orang dewasa dan mengikuti mereka selama sekitar 20 tahun.

Para ahli menemukan bahwa orang dengan golongan darah AB 23 persen lebih rentan terhadap penyakit jantung daripada yang lain. Orang dengan golongan darah B 11 persen lebih rentan terhadap risiko penyakit dan mereka yang bergolongan darah A memiliki risiko 5 persen lebih tinggi.

Meskipun golongan darah tidak dapat diubah, seseorang dapat mencoba mengevaluasi risikonya sendiri dengan mengawasi kadar kolesterol serta tekanan darah. Jangan lupa pula untuk tetap mengikuti gaya hidup sehat yang ramah jantung.

 

 

Reporter: Aprilia Wahyu Melati