Sukses

Tips Tetap Awet Muda Meski Sudah Masuk Usia 40 Tahunan

Liputan6.com, Jakarta Banyak wanita tersadar dan merasa bahwa kecantikannya mulai memudar ketika memasuki usia 40-an. Itu bisa terjadi karena beberapa alasan.

Pada akhirnya kulit mengeriput, tanda penuaan mulai muncul, dan masih banyak lagi. Meski begitu, perawatan seharusnya tetap perlu dilakukan dengan ekstra jika ingin terlihat awet muda.

Pada masa seperti itu, kata seorang dokter kulit dari Skin Clinic & Associates Eileen Tan, tingkat estrogen akan semakin menurun.

Selain itu, pergantian sel alami juga akan lebih melambat. Hal itu kemudian menyebabkan hilangnya kolagen dan elastin dalam tubuh.

Semua itu adalah faktor yang tak terhindarkan dan kemudian menyebabkan penuaan kulit. Dalam arti lain, wanita ketika memasuki usia 40-an memang cenderung mengalami kulit kering dan kendur, mengeriput, dan lebih banyak muncul bintik pigmentasi.

Namun, Anda jangan khawatir kalau kecantikan akan luntur. Semua mungkin tidak akan terjadi dengan cepat jika Anda melakukan beberapa tips ini.

Dilansir dari laman CNA Lifestyle, Selasa (30/11/2021), berikut ini hal-hal yang dapat meminimalkan dan memperlambat efek penuaan sehingga dapat menjaga kulit wajah terlihat tetap awet muda meski sudah memasuki usia 40 tahunan.

 

 

2 dari 3 halaman

Perawatan Dasar

Anda mungkin akan mengalami produksi minyak di kulit terus menurun mulai usia 30 tahunan. Hal itu wajar terjadi seiring dengan penurunan produksi kolagen alami. Di samping itu, Anda juga akan lebih cepat mengalami penuaan jika kulit sering terkena paparan sinar UV.

Untuk mengatasi masalah tersebut, Anda bisa menggunakan produk perawatan kulit yang dasar sebagai langkah untuk membersihkan dan melembapkan wajah.

Secara umum, produk yang Anda butuhkan harus mampu menghidrasi. Selain itu, produk tersebut pun usahakan yang mampu membantu Anda mengatasi masalah kulit secara lebih spesifik.

Gunakan pembersih wajah

Bagi seseorang yang sudah menginjak usia 40 tahunan mungkin mulai merasakan kehilangan kelembapan pada kulit wajah, terutama setelah dibersihkan.

Perlu tahum mencuci wajah hanya dengan air disebut sebagai cara yang bagus untuk menjaga kelembapan pada kulit kering. Tetapi apakah itu bermanfaat?

Menurut Tan, air bukanlah bahan pembersih karena tidak akan mengikat dan menghilangkan sebum dan kotoran dari kulit. Karena itu, pembersih wajah tetap diperlukan. Namun, mereka yang memiliki jenis kulit kering dan sensitif dapat mencoba mencuci dengan pembersih setidaknya sekali dalam sehari. Selain itu, dapat juga memilih pembersih tanpa sabun.

Buat kulit tetap lembap

Menggunakan pelembap sebetulnya sudah menjadi keharusan bagi wanita yang usianya sudah memasuki kepala empat.

“Pelembab ringan dengan humektan seperti asam hialuronat dan gliserin cocok untuk mereka yang memiliki kulit kombinasi atau jerawat dewasa. Saya akan menyarankan krim untuk orang dengan kulit dehidrasi,” tutur Tan.

Dia juga mengungkapkan bahwa ceramide adalah salah satu bahan yang dapat bermanfaat bagi semua jenis kulit.

Lebih lanjut Tan mengatakan, “Mereka ada di lapisan epidermis kulit dan merupakan bagian dari konstituen alami penghalang kulit yang sehat.

Oleh karena itu, mengisi ulang kulit dengan ceramide akan membantu mempertahankan kelembapan kulit. Ini sangat bermanfaat bagi mereka yang memiliki kulit sensitif dan eksim.”

Baik pelembap atau serum, gunakanlah produk yang mengandung vitamin C. Sebab, kandungan vitamin C dapat membantu memudarkan pigmentasi, menyembuhkan bekas luka, mencerahkan kulit, meningkatkan produksi kolagen dan, yang terakhir, dapat membantu mengencangkan kulit.

Lebih dari itu, bahkan vitamin C pun dianggap lebih baik dibanding beberapa bahan anti-penuaan lainnya. Hal ini karena vitamin C kecil kemungkinan untuk mengiritasi kulit. Selain itu, secara umum juga dapat digunakan dengan aman oleh hampir semua jenis kulit.

Bahan bermanfaat lainnya yang dapat melawan tanda-tanda penuaan adalah retinol. Kandungan ini dapat meningkatkan pergantian sel sehingga mampu menghilangkan kulit kusam dan bekas luka. Bahkan retinol juga bisa digunakan untuk membantu mengurangi garis-garis halus, kerutan dan, pigmentasi. Pada saat yang bersamaan, retinol juga dapat meningkatkan produksi kolagen.

Sementara itu, peptida juga tak kalah penting dalam rangkaian perawatan kulit. Peptida ini secara efektif dapat menyerap ke lapisan kulit dan mengirimkan sinyal ke sel-sel kulit untuk memproduksi kolagen. Nantinya kulit akan terasa lebih kencang.

Sebagai tambahan, jangan lupa pula untuk menerapkan krim mata yang mengandung bahan anti penuaan. Sebab, kulit di sekitar mata juga membutuhkan bantuan untuk mencegah tanda-tanda penuaan, seperti kerutan, kulit yang menipis, dan kelopak mata yang kendur.

Gunakan tabir surya setiap hari

Untuk melindungi kulit dari paparan sinar matahari, Anda harus menggunakan tabir surya dengan minimal SPF30 yang diperlukan. Hal itu gunanya tentu untuk menjaga kulit dari efek penuaan akibat sinar UV.

Tabir surya ini bahkan bisa dibilang lebih penting dibanding produk perawatan kulit yang mengandung bahan lain, seperti vitamin C dan retinol. Sebab, tabir surya ini menyangkut sensitivitas terhadap sinar matahari.

Di samping itu, tabir surya juga tidak hanya dapat melindungi kulit, tetapi juga dapat membantu memastikan bahwa pelembab dan serum anti penuaan Anda akan berfungsi dengan aman dan bekerja secara efektif.

 

 

 

3 dari 3 halaman

Perawatan Tambahan

Lakukan eksfoliasi

Dalam hal eksfoliasi, Tan menyarankan untuk menggunakan produk perawatan kulit berbasis asam bagi wanita berusia 40 tahunan.

“AHA (asam alfa-hidroksi) dapat memperbaiki kulit kusam dan tidak merata, mengobati hiperpigmentasi dan bintik-bintik penuaan. Oleh karena itu, dapat dimasukkan ke dalam rejimen perawatan kulit untuk efek anti-penuaan, ” jelasnya.

Anda mungkin bisa memilih asam laktat yang merupakan AHA atau asam polihidroksi, seperti glukonolakton dan asam laktobionat bagi Anda memiliki kulit kering dan sensitif.

Lakukan perawatan leher

Usia 40 tahunan adalah masa munculnya garis-garis kerutan pada kulit wajah. Ternyata bukan hanya wajah, kerutan pun akan muncul pada area leher. Hal itu disebabkan karena hilangnya kolagen dan elastin sehingga membuat kulit menjadi kendur pada area ini.

“ Leher sering menjadi zona yang terabaikan. Saya telah melihat banyak pria dan wanita berusia 40-an dan 50-an mengalami kekeringan, pigmentasi leher, garis leher horizontal atau vertikal dan kendur. Sebenarnya akan bermanfaat untuk mulai merawat leher mulai dari usia akhir 20-an hingga awal 30-an,” kata Tan.

Salah satu cara untuk mengatasi atau mencegahnya adalah dengan menggunakan pelembap pada area leher. Melembabkan secara teratur akan menjaga kulit leher dari munculnya "crepe-y" dengan lebih cepat. Jangan lupa pula untuk memakai tabir surya di area leher sebelum pergi keluar rumah.

 Sesekali lakukan perawatan kulit secara intensif

Mengenakan masker setiap satu atau dua kali dalam seminggu dapat meningkatkan kelembapan pada kulit kering. Selain itu, masker wajah juga dapat membantu melindungi kulit agar tetap sehat. Anda bisa menggunakan masker dengan bahan anti-penuaan untuk membantu menjaga kulit.

Reporter: Aprilia Wahyu Melati