Sukses

5 Tips Ampuh Selesaikan Esai Akademis Pertama

Liputan6.com, Jakarta Dari semua pengalaman sarjana yang akan Anda lalui, menulis esai akademis pertama Anda bisa jadi agak menakutkan. Ini karena esai akademis membutuhkan argumen yang koheren atau presentasi kreatif bahkan struktur atas cerita.

Namun, seperti semua tulisan, tugas ini akan menjadi lebih mudah dengan latihan yang konsisten. Mengutip Study International, Senin (17/5/2021), berikut adalah beberapa tip untuk membantu Anda memulai esai akademis.

1. Ketahui topik Anda

Penelitian adalah langkah pertama yang penting dalam penulisan akademis. Ini membantu Anda dalam membangun fondasi untuk esai yang solid bahkan sebelum Anda merumuskan poin Anda. 

Oleh karena itu, mulailah setiap esai akademis dengan penelitian ekstensif tentang apa yang diketahui tentang topik tertentu dan bagaimana analisis Anda dapat berkontribusi padanya.

Ini akan membantu Anda mengembangkan pernyataan yang menjadi ringkasan dari poin atau klaim utama Anda. Meskipun esai Anda tidak membutuhkannya, pernyataan yang jelas dan spesifik akan membantu Anda dan juga pembaca mengkontekstualisasikan bagian lain dari esai akademis tersebut.

2 dari 3 halaman

2. Jangan takut membuat rancangan awal

Menulis esai akademis yang baik membutuhkan dedikasi yang menyeluruh dan perbaikan, itulah sebabnya Anda mungkin tidak pernah ingin mengirimkan draf pertama Anda. 

Maka dari itu, langkah pertama sebaiknya adalah membuat sketsa draf kasar untuk merencanakan ide Anda. Pertimbangkan metode alternatif untuk membantu Anda selama tahap penyusunan, baik itu peta pikiran (mind maps) atau diagram alur (flowcharts) yang bekerja dengan baik untuk banyak orang.

Setelah Anda memiliki kerangkanya, maka akan lebih mudah untuk memperluas poin yang akan mendukung pernyataan Anda. Esai akademis Anda harus mulai terbentuk pada tahap ini. Setelah menulis, jangan lupa untuk mengeditnya lagi guna memperbaiki kalimat dan struktur.

3. Jelas dan ringkas

Saat menulis esai akademis, ingatlah tujuan dari tulisan Anda adalah untuk memberi informasi, bukan hanya mengesankan pembaca. Karena esai akademis mengharuskan Anda menangani topik kompleks dalam jumlah kata tertentu, ada baiknya menggunakan bahasa yang sederhana dan lugas. 

Sehingga, memungkinkan Anda untuk menyampaikan maksud tanpa membingungkan atau menyesatkan pembaca. Berikut tipnya: anggaplah pembaca Anda tidak tahu apa-apa tentang topik Anda. 

Trik ini mengharuskan Anda untuk mencakup semua informasi dasar dari topik Anda, sehingga menghindari teka-teki klasik menjadi terlalu teknis atau terlalu cepat. Hindari kata-kata berbunga-bunga atau melebih-lebihkan dan selalu prioritaskan fakta maka dosen Anda akan berterima kasih untuk itu.

3 dari 3 halaman

4. Jangan lupa koreksi

Langkah penting lainnya adalah mengoreksi, yang juga merupakan tanda bahwa Anda sudah dekat dengan garis finis. Setelah Anda selesai menulis, istirahatlah sejenak, lalu kembali mengoreksi dengan mata yang segar. 

Bandingkan esai akademis akhir Anda dengan kerangka yang telah Anda buat sebelumnya, untuk memeriksa apakah Anda telah memenuhi tujuan penulisannya. 

Anda juga bisa meminta pihak ketiga yang Anda percayai untuk meninjau esai Anda, seperti rekan kerja atau senior. Pembaca mungkin adalah pihak yang akan pertama kali menangkap kesalahan yang Anda lewatkan. Mereka juga mampu memberikan perspektif baru untuk menyempurnakan karya Anda.

5. Kutip sumber Anda

Plagiarisme adalah urusan serius di kalangan akademisi. Inilah sebabnya mengapa Anda harus selalu mengatribusikan kutipan Anda, memparafrasekan ide yang dipinjam, dan menghindari menyalin seluruh kalimat atau paragraf. 

Anda juga harus menguatkan sumber Anda dengan memeriksa ulang fakta di situs web terpercaya. Itu juga mengapa setiap mahasiswa harus belajar mengutip dengan akurat. 

Dua gaya kutipan yang digunakan secara luas di dunia akademis adalah Modern Language Association (MLA) dan American Psychological Association (APA). Dosen Anda umumnya memberi saran tentang mana yang harus diikuti dan pastikan Anda mempelajarinya supaya dapat menerapkannya dengan baik di setiap esai akademis.

Reporter: Priscilla Dewi Kirana