Sukses

Makin Populer, Pakar Sebut E-Commerce Jadi Tumpuan Baru Genjot Ekspor Indonesia

 
Liputan6.com, Jakarta Bersamaan dengan gencarnya kampanye perdagangan produk lokal UMKM, Kepala program Sekolah Ekspor, Handito Joewono menyebut layanan e-commerce mempunyai peluang besar membantu meningkatkan kegiatan ekspor Indonesia.
 
"Selain ekspor dengan cara konvensional kita sekarang menggunakan cara-cara yang kontemporer, tidak harus jadi eksportir yang langsung (mengirim) dalam jumlah banyak, marketplace mempunya peran yang sangat penting di sini." sebut Handito saat hadir dalam sesi webinar yang diselenggarakan Shopee, Kamis, (1/4/2021).
 
Kehadiran model baru ekspor tersebut berpeluang mengatasi masalah klasik lambatnya pertumbuhan jumlah eksportir di Indonesia. Pria yang juga merupakan Ketua Komite Tetap Bidang Ekspor di Kadin itu menyebut hingga saat ini jumlah eksportir yang terdaftar masih kurang dari 15.000.
 
Jumlah tersebut dinilai sangat sedikit jika membandingkan tingginya target pertumbuhan ekspor yang telah dicanangkan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) untuk terealisasi pada 2030 mendatang, yaitu volume ekspor bisa naik 500 persen. 
 
Handito menyebut geliat ekspor di kalangan produsen di Indonesia sebenarnya tinggi. Hanya saja, menurutnya salah satu kendala paling umum karena konsepsi masyarakat tentang aktivitas ekspor yang terlanjur dipahami hanya sebagai aktivitas perdagangan dengan skala besar. 
 
"Selama ini kan kalau mau ekspor selalu mikirnya harus mendapat pembeli luar negeri, harus dapat kontrak, terus kirimnya pakai kontainer besar," sebutnya.
 
2 dari 2 halaman

Kinerja Ekspor di E-Commerce

Sementara itu, sejumlah layanan e-commerce yang telah terhubung dengan beberapa pasar internasional menunjukkan tren positif.
 
Hadir dalam webinar yang sama dengan Handito, Kepala Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Shopee Indonesia, Radityo Triatmojo menyebut, dalam kurun waktu kurang dari dua tahun pasca peluncuran pilot projectnya, layanan UMKM Shopee telah menggaet ratusan eksportir.
 
"Dari pilot project kita yang hanya 10 UMKM, sekarang kita memiliki 180 ribu dan sekitar 1,5 juta produk pedagang lokal itu didagangkan di Malaysia, Singapure, Filipina dan sekarang Vietnam dan Thailand." sebut Radit. 
 
Menurutnya, adanya perubahan pola konsumsi masyarakat selama pandemi yang sangat mengandalkan layanan e-commerce, menjadi kunci pendongkrak aktivitas ekspor produk lokal Indonesia ke luar negeri.
 
Tren meningkatkan ekspor ke luar negeri masih akan berlanjut. Awal maret lalu, Shopee menggandeng Kelas Ekspor untuk menyediakan kelas pelatihan bagi sejumlah pedagang lokal di platformnya untuk mempersiapkam diri melakukan ekspor produk mereka.
 
Hingga saat ini, sudah ada lebih dari 1.000 pelaku UMKM yang mendaftar untuk mengikuti pelatihan yang dibuat Shopee bersama Sekolah Ekspor. Ini mencakup sejumlah kategori produk, mulai pedagangan pakaian, dekorasi rumah hingga pedagang makanan.
 
 
Reporter: Abdul Azis Said
BERANI BERUBAH: Sayur Online Rezeki Puasa