Sukses

Pecandu Kafein? Lakukan 3 Tips Ini untuk Menguranginya

Liputan6.com, Jakarta Secangkir kopi hangat di pagi hari tentu cukup membuat Anda terbangun dari tempat tidur. Selain kopi, beberapa minuman lain turut menjadi teman untuk menemani hari-hari Anda.

Minuman berkafein ternyata memiliki beberapa efek positif, seperti dapat menstimulasi otot dan menguatkan otak. Namun di sisi lain, ternyata terlalu banyak mengonsumsi kafein juga akan menimbulkan efek negatif untuk tubuh.

Beberapa orang yang terlalu banyak mengonsumsi kafein akan membuat gelisah dan pusing sehingga dapat menyebabkan takikardia supraventrikular – istilah medis yang mengartikan detak jantung terasa lebih cepat. Di beberapa kasus, ada kejadian seseorang bisa meninggal karena overdosis kafein.

Untuk itu, FDA (Food & Drug Administration) telah merekomendasikan kepada masyarakat agar bisa membatasi jumlah kafein yang dikonsumsi dalam seharinya. Setidaknya Anda bisa mengonsumsinya hingga 400 miligram per hari atau sekitar 4-5 cangkir kopi (bukan mug).

Mengurangi asupan kafein memang cukup sulit jika biasanya sudah mengonsumsi terlalu berlebihan. Kafein adalah obat psikoaktif sehingga proses untuk berhenti atau menguranginya perlu dengan usaha yang intens.

Selain itu, terlalu banyak mengonsumsi kafein akan menimbulkan beberapa gejala. Berikut ini gejala yang dirasakan jika terlalu berlebihan mengonsumsi kafein.

- Sakit kepala

- Kegelisahan

- Sifat lekas marah

- Insomnia

- Kelelahan

- Rasa lapar meningkat

- Aktivitas usus menurun

Dengan mengurangi asupan kafein tentu dapat membantu Anda menjauhkan diri dari gejala-gejala tersebut. Walau terasa tidak mudah, Anda bisa mencoba cara-cara ini.

Cara ini direkomendasikan oleh beberapa ahli dan dinilai lebih mudah membantu Anda untuk mengurangi atau bahkan berhenti mengonsumsi kafein, seperti melansir laman Livestrong, Minggu (28/12/2020).

1. Berhenti perlahan-lahan

“Mengurangi kafein secara bertahap akan memastikan bahwa tubuh Anda tidak kaget dan secara bertahap dapat terbiasa mengonsumsi kafein yang lebih rendah,” ujar ahli diet Bansari Acharya, RD.

Sebagai langkahnya, hitung jumlah kandungan kafein yang biasa dikonsumsi. Selanjutnya dari total tersebut, bagilah menjadi dua. “Kapan saja Anda menyadari ingin kafein? Minumlah sekali dan kemudian kurangi atau bahkan hikangkan,” ujar Amy Shapiro, RD.

Misalnya, jika Anda mengonsumsi kafein empat cangkir setiap harinya, coba kurangi menjadi dua cangkir saja, bisa dilakukan saat Anda berniat untuk mengurangi asupan kafein di minggu pertama.

Selain mengurangi jumlah minuman berkafein, Archarya juga merekomendasikan untuk mengurangi takaran kafein Anda.

“Jika Anda terbiasa minum secangkir kopi sebanyak 8 ons selama dua kali sehari, ubahlah menjadi 6 ons dalam dua kali sehari. Perlahan-lahan terus coba kurangi hingga 2 ons setiap porsi. Lakukan proses ini secara bertahap selama seminggu,” ujarnya.

 

 

2 dari 2 halaman

2. Coba alternatif lain

Jika Anda memang pecinta rasa kopi, mungkin Anda bisa beralih mengonsumsi kopi tanpa kafein. Dengan begitu, Anda tetap bisa menikmatinya sebagai bagian dari rutinitas Anda. Tetapi di samping itu, kopi tanpa kafein pun masih mengandung kafein di dalamnya.

Menurut FDA, setidaknya ada 2 – 15 miligram kafein per cangkirnya – berbeda djika dibandingkan dengan secangkir kopi biasa yang mencapai 80 – 100 miligram.

Namun, jika Anda mencari efek stimulasi dari kafein, banyak alternatif lain yang mencakup zat dalam jumlah yang terbatas.

Menurut Mayo Clinic, jumlah rata-rata kafein dalam secangkir teh hijau yang diseduh ada 28 miligram. Tetapi ada juga yang memiliki pendapat yang berbeda dan lebih inventif.

“Banyak minuman yang tersedia saat ini dan memberi energi lebih banyak daripada kafein.,” kata Shapiro.

Anda bisa mencari variasi sesuai dengan rasa yang Anda suka untuk menggantikan kafein. Sudah banyak jenis minuman sekarang ini, seperti matcha yang memberikan dosis kafein yang lebih halus.

Selain itu, ada Mud Water yang merupakan merek lain yang menggunakan adaptogen untuk memberikan energi tanpa rasa cemas yang berlebihan.

Acharya menyarankan, jika Anda tidak dapat mentolerir kafein dengan baik atau perlu mengehentikannya karena alasan kesehatan lain, Anda bisa mencoba alternatif lain yang bebas kafein, seperti kopi akan dandelio.

 

3. Cari cara lain untuk meningkatkan energi

Meskipun membutuhkan banyak usaha, ada banyak cara lain juga untuk mendapat efek stimulasi bahkan secara alami. Salah satunya Anda bisa berolahraga dan bermeditasi. Kedua hal tersebut dinilai mampu meningkatkan energi dan fokus serta dapat membawa banyak positif lainnya.

“Jalan-jalan, lari bersama teman, atau meditasi selama 10 menit,” saran Shapiro. “Semua aktivitas ini memberikan energi kepada tubuh untuk tidak bergantung pada kafein. Anda dapat memasukkan kegiatan tersebut ke dalam rutinitas harian Anda.”

 

Reporter: Aprilia Wahyu Melati