BEM Se-Indonesia Demo, Gus Dur Disuruh Mundur

Ribuan massa BEM se-Indonesia menggelar unjuk rasa di Bundaran HI Jakarta. Mereka menuntut Presiden Wahid mundur dan mengajak masyarakat mogok massal, besok.

Diterbitkan 11 Maret 2001, 18:29 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Presiden Abdurrahman Wahid kembali digoyang aksi demo. Ahad (11/3), sekitar 1.000 mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa se-Indonesia menggelar unjuk rasa di sekitar Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta pusat. Mereka menuntut Presiden Wahid mundur dari jabatannya sebagai presiden. Mereka juga mengajak masyarakat melakukan mogok nasional pada Senin besok.

Aksi itu dimulai sejak pukul 09.00 WIB. Mereka berkeliling Kota Jakarta dengan mengendarai kendaraan roda dua dan berhenti di Bundaran HI. Di sana, para mahasiswa membacakan proklamasi versi mereka. Isinya, mendesak Gus Dur mundur sebagai Presiden RI dan pemindahan kekuasaan diselenggarakan secara seksama, konstitusional, dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Menurut rencana, Ahad siang, para pengunjuk rasa akan kembali berkeliling Kota Jakarta. Tujuannya, untuk mengajak masyarakat mogok massal, pada Senin besok. Namun, hingga pukul 10.30 WIB, para pengunjuk rasa masih berorasi di Bundaran HI.

Sementara itu, menanggapi tuduhan bahwa keterlibatan BEM Universitas Indonesia dalam aksi ini sebagai alat suatu golongan tertentu, Ketua BEM UI Taufik Riyadi membantah tudingan tersebut. Ia mengatakan, keterlibatan BEM UI dalam aksi ini bukanlah agenda final untuk menjatuhkan Presiden Wahid. "Kami melakukan demonstrasi untuk perbaikan sistem di masa datang," kata Taufik menjelaskan.(AWD/Alfito Deannova dan Gatot Setiawan)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6