Potret Depan Rumah Gubernur dan Jalanan Palangka Raya Diselimuti Kabut Asap

Pagi di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, tak disambut langit cerah seperti biasanya.

Jadi intinya...
  • Palangka Raya diselimuti kabut asap tebal, membuat langit gelap dan jarak pandang terbatas.
  • Kabut asap menyebabkan lalu lintas sepi dan sekolah menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).
  • Kondisi ini akibat status tanggap darurat karhutla, dengan posko BPBD masih aktif.

Liputan6.com, Jakarta - Pagi di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, tak disambut langit cerah seperti biasanya. Langit yang biasanya terang tampak gelap dengan semburat kuning kusam, sementara jarak pandang terbatas akibat kabut asap yang menggantung di udara.

Pantauan pada Kamis (15/6/2026), di kawasan Bundaran Besar dan ruang terbuka hijau (RTH) menunjukkan kondisi lingkungan yang tampak suram. Kendaraan masih melintas di jalanan, tetapi arus lalu lintas terlihat lebih lengang dibandingkan biasanya.

 

 

Kabut asap yang menyelimuti kawasan tersebut juga menghalangi pandangan ke langit. Suasana pagi yang semestinya menjadi awal aktivitas warga justru terasa muram, dengan lapisan asap yang membuat pemandangan di sekitar kota tampak samar.

Kondisi serupa terlihat di depan Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalimantan Tengah. Sebuah tenda posko milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih berdiri di lokasi dengan warna oranye yang mencolok di tengah suasana berkabut.

Sejumlah warga yang beraktivitas di sekitar lokasi tampak mengenakan masker. Sementara itu, pandangan ke arah langit terhalang kabut asap yang masih menyelimuti kawasan tersebut.

 

Di ruas Jalan G. Obos menuju persimpangan Jalan MH Thamrin, lalu lintas pada pagi hari juga terlihat lebih sepi dari biasanya. Kendaraan memang masih berlalu-lalang, tetapi kepadatan yang lazim terlihat pada jam-jam sibuk belum tampak.

Lengangnya aktivitas di jalanan tidak terlepas dari kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) yang diterapkan di seluruh sekolah selama status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih berlaku. Kebijakan tersebut membuat para pelajar tidak perlu berangkat ke sekolah seperti hari-hari biasa.

Suasana serupa terlihat di kawasan kampus Universitas Palangka Raya (UPR). Aktivitas di lingkungan kampus tampak sepi seiring penerapan PJJ di tengah kondisi kabut asap yang menyelimuti kota.

Sejumlah kawasan yang biasanya menjadi pusat aktivitas masyarakat itu kini terlihat berbeda. Jalanan yang lebih lengang, langit yang tertutup asap, hingga warga yang mengenakan masker menjadi gambaran kondisi Palangka Raya di tengah dampak karhutla.

Keberadaan posko BPBD di depan rumah jabatan gubernur menjadi salah satu penanda bahwa penanganan darurat masih berlangsung. Sementara itu, kabut asap yang belum menghilang terus membayangi aktivitas warga di berbagai sudut kota.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6