Mentan Amran Surati Kapolri, Minta Mafia Ayam-Telur Ditindak

Mentan Amran menyurati Kapolri untuk menindaklanjuti dugaan mafia ayam dan telur.

Diterbitkan 12 Oktober 2026, 13:52 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Mentan Amran menyurati Kapolri untuk menindak mafia telur dan ayam.
  • Produsen dan konsumen demo bersamaan karena anomali harga ayam dan telur.
  • Mafia menyebabkan inflasi tinggi; harga di pasar jauh lebih mahal dari produsen.

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan sudah menyurati Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto untuk membantu mengatasi masalah mafia telur dan ayam.

“Kami sudah menyurat ke Kapolri, ini harus ditindaki. Ini enggak bener, ini kita kerja enggak pernah bener,” kata Amran dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 di Kantor Kemendagri, Jakarta Pusat pada Senin (12/10/2026).

Mentan Amran juga menyoroti anomali terkait harga ayam dan telur di Indonesia. Ia bahkan heran karena produsen dan konsumen sempat melakukan aksi demonstrasi di Gedung DPR RI secara bersamaan.

“Kalau stok tidak ada, harga naik. Sekarang lebih anomali benar. Karena yang punya ayam, produsen ayam dan telur itu demo kemarin karena harga turun, hancur,” jelasnya.

Dia juga meminta Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) turut membantu pengendalian inflasi yang mungkin terjadi imbas mafia ayam dan telur. Menurut Amran, inflasi harga ayam dan telur bisa semakin melonjak apabila dugaan adanya mafia tak segera ditelusuri .

“Ribuan orang itu demo di DPR, ini negeri kita kalau begini terus nggak beres pak Mendagri, ini mafia ini nggak boleh dikasih ruang. Jadi, yang demo adalah produsen, konsumen juga demo,”ujarnya.

 

Inflasi Tinggi

Amran menyebut harga telur dan ayam di Tanah Air mengalami inflasi tinggi dari harga yang seharusnya beredar di pasar. Ia menduga bahwa maraknya mafia telur dan ayam lah yang membuat harga melambung tinggi.

“Produsen ayam dan telur hari ini berteriak di seluruh Indonesia. Itu harganya Rp 20 ribu, telur dengan ayam. Harusnya Rp 26 ribu. Tapi di ujung, harganya Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu. Ini nggak bener, pasarnya tidak sehat,” kata Amran.

Ia menekankan pemerintah harus menyikapi mafia telur dan ayam dengan serius. Amran meminta kepada Mendagri Tito Karnavian untuk menindaklanjuti dan membuka mafia tersebut kepada publik.

“Kita harus buka-bukaan Pak Mendagri, ini sudah ditangkap seratus tapi tidak menyerah. Yang mempermainkan ini adalah orang besar. Jujur kita ini tidak tidur memproduksi, jadi kita terjepit. Pada hari yang sama yang demo konsumen, yang demo produsen kan lucu negeri kita ini,” ujarnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6