Liputan6.com, Jakarta: Gunawan Santoso, terdakwa kasus pembunuhan Direktur Utama Asaba Budi Harto Angsono, dilaporkan sempat kabur dari mobil tahanan yang akan membawanya ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Selasa (30/3) ini. Ia lolos setelah berhasil melumpuhkan seorang sipir yang menjaganya. Saat itu, mobil tahanan yang membawanya tengah melintas di Jalan Pangkalan Asem, Jakarta Pusat. Tapi upaya Gunawan melarikan diri gagal. Ia ditangkap tatkala memeriksakan diri di sebuah klinik terdekat. Kini, ia diperiksa di Kantor Kepolisian Resor Metro Jakpus.
Kasus pelarian Gunawan ini melahirkan berbagai versi. Menurut Ferdi, saksi mata yang juga seorang tukang ojek, dia melihat seseorang jatuh dari sebuah mobil tahanan. Dia mengira yang jatuh dari mobil itu adalah seorang polisi. Pasalnya, saat bersamaan terdengar letusan senjata api. Ketika didekati warga, orang yang jatuh tadi pingsan. Masyarakat setempat pun langsung membawa lelaki itu ke klinik terdekat.
Dokter Marte yang saat itu berjaga di Klinik Asri Medika langsung menangani pasien. Marte mengatakan pasiennya pingsan dan tidak diborgol, hingga tak menyangka kalau dia seorang tersangka pembunuhan. Dia pun berusaha menyadarkannya karena tidak mengalami luka berat. Tidak lama dirawat, beberapa orang berpakaian pegawai kejaksaan mendatangi pasiennya yang ternyata bernama Gunawan dan memborgolnya kembali.
Petugas kejaksaan akhirnya membawa tersangka pembunuhan Direktur Asaba itu ke Kepolisian Sektor Johar Baru. Kemudian tersangka digiring lagi ke Kepolisian Resor Jakpus. Namun kondisi Gunawan ternyata sudah lain. Di pinggang kirinya ada bekas luka tembakan dan terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Menurut Kepala Divisi Humas Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Prasetyo, sebelum lari, Gunawan mengancam sipir dengan pistol agar memborgol tangan dan kakinya. Namun ia gagal lari, karena sang sipir melawan dengan menendang hingga terlempar ke luar mobil. Saat itulah pistol yang dibawa Gunawan meledak seketika dan mengenai pinggangnya.
Sampai saat ini polisi tidak dapat menjelaskan dari mana Gunawan mendapatkan pistol dan tiga borgol yang dibawanya. Sejumlah tanda tanya menyelimuti pelarian Gunawan, termasuk kronologis peluru bisa menembus pinggangnya sebelah kiri.
Menurut rencana semula, sidang kasus yang melibatkan Gunawan akan digelar pukul 10.00 WIB. Ia diadili karena diduga membunuh Budi Harto bersama empat anggota Marinir [baca: Dor... Dor... Dor...! Sang Direktur Tewas]. Sementara keempat tentara yang ikut menghabisi Budi Harto akan disidang secara terpisah di pengadilan militer.(DNP/Rahmat Supana dan Bondan Wicaksono)
Kasus pelarian Gunawan ini melahirkan berbagai versi. Menurut Ferdi, saksi mata yang juga seorang tukang ojek, dia melihat seseorang jatuh dari sebuah mobil tahanan. Dia mengira yang jatuh dari mobil itu adalah seorang polisi. Pasalnya, saat bersamaan terdengar letusan senjata api. Ketika didekati warga, orang yang jatuh tadi pingsan. Masyarakat setempat pun langsung membawa lelaki itu ke klinik terdekat.
Dokter Marte yang saat itu berjaga di Klinik Asri Medika langsung menangani pasien. Marte mengatakan pasiennya pingsan dan tidak diborgol, hingga tak menyangka kalau dia seorang tersangka pembunuhan. Dia pun berusaha menyadarkannya karena tidak mengalami luka berat. Tidak lama dirawat, beberapa orang berpakaian pegawai kejaksaan mendatangi pasiennya yang ternyata bernama Gunawan dan memborgolnya kembali.
Petugas kejaksaan akhirnya membawa tersangka pembunuhan Direktur Asaba itu ke Kepolisian Sektor Johar Baru. Kemudian tersangka digiring lagi ke Kepolisian Resor Jakpus. Namun kondisi Gunawan ternyata sudah lain. Di pinggang kirinya ada bekas luka tembakan dan terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
Menurut Kepala Divisi Humas Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Prasetyo, sebelum lari, Gunawan mengancam sipir dengan pistol agar memborgol tangan dan kakinya. Namun ia gagal lari, karena sang sipir melawan dengan menendang hingga terlempar ke luar mobil. Saat itulah pistol yang dibawa Gunawan meledak seketika dan mengenai pinggangnya.
Sampai saat ini polisi tidak dapat menjelaskan dari mana Gunawan mendapatkan pistol dan tiga borgol yang dibawanya. Sejumlah tanda tanya menyelimuti pelarian Gunawan, termasuk kronologis peluru bisa menembus pinggangnya sebelah kiri.
Menurut rencana semula, sidang kasus yang melibatkan Gunawan akan digelar pukul 10.00 WIB. Ia diadili karena diduga membunuh Budi Harto bersama empat anggota Marinir [baca: Dor... Dor... Dor...! Sang Direktur Tewas]. Sementara keempat tentara yang ikut menghabisi Budi Harto akan disidang secara terpisah di pengadilan militer.(DNP/Rahmat Supana dan Bondan Wicaksono)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302730/original/042892700_1784605254-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-21T103804.683.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295088/original/038010600_1783912968-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-13T101127.805.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9311576/original/011498300_1785406882-kemenhaj_petugas_haji_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8406223/original/090481000_1782289085-cek_fakta_-_insentif_guru_asn.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/412267/original/300304cGunawan1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302387/original/003320700_1784544976-Argentina_s_Nicolas_Otamendi__19__and_Nahuel_Molina__26__scuffle_with_Spain___s_Rodri__16_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9294318/original/065079400_1783829517-063_2285706113.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9245742/original/085478200_1783138991-verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9299398/original/064759200_1784250864-000_B8VA8NK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9300741/original/083077900_1784373810-olmo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9289600/original/065309500_1783409865-Portugal_s_Cristiano_Ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301613/original/093079500_1784504537-000_C2LE74U.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301644/original/087929500_1784508450-trump_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264053/original/051807800_1782069676-Spain_s_Lamine_Yamal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260490/original/004683900_1781597232-063_2281735743-Spanyol_vs_Tanjung_Verde.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8257806/original/036653900_1781257253-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9301596/original/087157300_1784500330-063_2286807575.jpg)