Bidik Pemilu 2029, PSI Targetkan Bali sebagai Lumbung Suara

PSI optimistis Bali akan menjadi lumbung suara atau “kandang gajah” pada Pemilu 2029, didukung penguatan struktur partai, figur Jokowi, dan kepemimpinan DPW PSI Bali.

Diterbitkan 27 Januari 2026, 06:13 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • PSI menargetkan Bali sebagai lumbung suara utama Pemilu 2029 setelah Jawa Tengah.
  • Popularitas Presiden Jokowi di Bali yang tinggi dianggap mampu mendongkrak suara PSI.
  • Penguatan struktur partai dan kepemimpinan I Wayan Suyasa menambah basis massa PSI.

Liputan6.com, Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengaku optimistis mampu meraih suara besar pada Pemilu 2029. Direktorat Hukum dan HAM DPP PSI Kamaruddin menyebut Bali ditargetkan menjadi salah satu lumbung suara utama atau “kandang gajah” setelah Jawa Tengah.

“Di bawah pimpinan Mas Kaesang Pangarep, PSI menargetkan Bali sebagai salah satu kandang gajah setelah Jawa Tengah, yang memicu peningkatan konsolidasi di seluruh kabupaten se-Bali,” kata Kamaruddin saat dihubungi wartawan, Selasa (27/1/2026).

Kamaruddin menjelaskan, struktur organisasi PSI di daerah saat ini telah terbentuk secara menyeluruh, mulai dari tingkat wilayah hingga kabupaten/kota. Saat ini, PSI juga tengah memperkuat struktur hingga tingkat desa.

“Saat ini struktur PSI lengkap, dari DPW, DPD, DPC, dan sekarang sedang melakukan pembangunan struktur DPRT/desa. Mas Ketum Kaesang sudah menginstruksikan persiapan verifikasi dan pemenangan Pemilu 2029. PSI harus memperkuat struktur sampai ke TPS,” ujarnya.

Ia menilai, potensi peningkatan suara PSI di Bali turut dipengaruhi oleh kuatnya figur Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Menurut Kamaruddin, popularitas Jokowi di Bali masih sangat tinggi dan berpengaruh terhadap elektoral PSI.

“PSI identik dengan Pak Jokowi. Basis politik Pak Jokowi di Bali sangat kuat. Pak Jokowi saat ini masih menjadi tokoh yang sangat populer dan populis di kalangan masyarakat Bali, sehingga mampu menjangkau elektoral di daerah tersebut,” katanya.

Ia menambahkan, pada Pilpres 2014 dan 2019, suara Jokowi di Bali menunjukkan tren peningkatan signifikan. Pada Pilpres 2014, Jokowi meraih sekitar 1,5 juta suara atau 71,42 persen. Angka tersebut meningkat menjadi sekitar 2,4 juta suara atau 91,68 persen pada Pilpres 2019.

 

Basis Massa Kuat

Selain faktor figur nasional, PSI juga menilai penguatan struktur di tingkat daerah menjadi modal penting. Saat ini, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Bali dipimpin oleh politisi senior I Wayan Suyasa.

“Komando DPW PSI Bali saat ini memiliki basis massa yang kuat di kalangan masyarakat Bali. Penunjukan I Wayan Suyasa sebagai Ketua DPW PSI Bali periode 2025–2030, yang merupakan eks tokoh Partai Golkar, membawa pengaruh besar dan basis massa baru bagi PSI,” tutur Kamaruddin.

PSI meyakini, kombinasi penguatan struktur, figur nasional, dan kepemimpinan daerah tersebut mampu memperluas jangkauan elektoral dan mendongkrak perolehan suara partai pada Pemilu 2029 mendatang.

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6