Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin Hentikan Program MBG Sementara Saat Libur Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) Ryan Utama mengatakan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diliburkan saat libur sekolah usai ujian semester pertama tahun ini.

Diterbitkan 27 Desember 2025, 03:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) Ryan Utama mengatakan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diliburkan saat libur sekolah usai ujian semester pertama tahun ini.

"Selama libur sekolah ini Program MBG libur juga," ujar Ryan di Banjarmasin, melansir Antara, Sabtu (27/12/2025).

Menurut dia, berdasarkan koordinasi dengan Koordinator BGN Banjarmasin, kebijakan MBG selama libur sekolah bersifat fleksibel dan tidak wajib, tergantung permintaan dari sekolah.

"Akan tetapi, apabila sekolah tetap ingin dilayani MBG, maka akan didistribusikan ke sekolah dan siswa mengambil ke sekolah. Kalau sekolah memutuskan tidak ada pelayanan MBG di masa libur, maka tidak ada distribusi MBG ke sekolah," kata Ryan.

Hingga kini, lanjut dia, Disdik Banjarmasin masih belum dapat memastikan sekolah mana saja yang memilih tetap menerima penyaluran MBG selama libur sekolah.

"Kami masih menunggu data dari Koordinator BGN Banjarmasin," ucap Ryan.

Dia menjelaskan, libur sekolah di Kota Banjarmasin dimulai 22 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.

"Kami minta saat libur panjang ini siswa tetap belajar di rumah," terang Ryan.

Terkait Program MBG di Kota Banjarmasin, lanjut dia, sudah diterima oleh sekitar 65 ribu siswa di puluhan sekolah dari tingkat TK hingga SMA.

Pada libur sekolah ini, Badan Gizi Nasional (BGN) telah menyiapkan dua opsi distribusi yang fleksibel agar hak gizi siswa tetap terpenuhi.

Opsi pertama, distribusi dilakukan dalam bentuk paket. Jatah MBG untuk enam hari disalurkan dua kali dalam sepekan, dengan menu kombinasi antara makanan siap santap dan makanan kemasan seperti roti, telur, susu, dan buah.

Opsi kedua, siswa diminta datang ke sekolah setiap hari untuk mengambil paket MBG yang telah disiapkan.

 

MBG 2026 Dimulai Didistribusi 8 Januari, BGN Pantau Kesiapan SPPG dari Dapur hingga Higienitas

Sebelumnya, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026 dimulai secara serempak 8 Januari. Sepekan sebelumnya, fokus pada persiapan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPG) dalam rangka memastikan keamanan bagi penerima manfaat.

"MBG akan dimulai secara serempak pada 8 Januari 2026. Sebelumnya, pada tanggal 2, 3, 5, 6, dan 7 Januari 2026 ditetapkan sebagai hari persiapan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia," kata Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana di Jakarta. Demikian dikutip dari Antara, Jumat 26 Desember 2025.

Persiapan yang dimaksud mencakup dapur, distribusi, sumber daya manusia, serta penguatan standar keamanan pangan. SPPG juga diminta memastikan higienitas dapur dan tetap melayani sekolah yang memutuskan untuk tetap menerima MBG selama masa libur.

Dadan menegaskan, pelaksanaan MBG pada akhir tahun 2025 masih berlangsung pada 26, 27, 29, 30, dan 31 Desember 2025, khususnya untuk memastikan keberlanjutan layanan bagi kelompok prioritas yakni ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita atau kelompok B3.

Untuk anak sekolah sifatnya opsional. Jika ada yang tidak memungkinkan mengambil atau dikirim karena alasan teknis, atau sedang berlibur, itu tidak menjadi masalah.

"Namun bagi yang membutuhkan, layanan tetap kami berikan," tuturnya.

 

Siswa Tak Dipaksa Ambil MBG ke Sekolah

Sebelumnya, Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang menegaskan pihaknya tidak memaksa siswa untuk mengambil MBG saat libur sekolah dan menepis bahwa pemberian MBG selama liburan dipaksakan untuk menghabiskan anggaran.

"Jadi anak-anak tidak dipaksa untuk datang ke sekolah. Silakan saja kalau MBG itu diambil ibunya, ayahnya, atau saudaranya. Kalau misalnya sekolah tidak mau menerima, wali murid juga tidak mau, maka juga tidak apa-apa, dan tidak dipaksa. Jadi, tidak ada yang memaksa anak-anak libur ke sekolah untuk mengambil MBG. Mohon jangan dipelintir," kata Nanik.

BGN menyadari, untuk perbaikan gizi siswa memang perlu konsistensi, tetapi BGN memahami bahwa anak-anak sekolah sedang memasuki masa liburan. Oleh karena itu, SPPG menawarkan kepada sekolah-sekolah penerima manfaat, jika mau menerima MBG, mereka dipersilakan mengajukan.

"Hidangan MBG akan diantarkan SPPG sesuai dengan permintaan sekolah, dalam bentuk makanan kering," ujar dia.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6