Pemkot Tangerang Ajak Warga Isi Malam Tahun Baru dengan Doa Bersama, Tanpa Kembang Api

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengajak seluruh masyarakat untuk mengisi malam pergantian tahun baru dengan kegiatan positif.

Diterbitkan 24 Desember 2025, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Pemkot Tangerang ajak rayakan tahun baru dengan doa, tanpa kembang api.
  • Tujuannya demi keamanan warga dan empati korban bencana di Indonesia.
  • Pemkot Tangerang juga kirim 59 personel bantu korban banjir Sumatera.

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengajak seluruh masyarakat untuk mengisi malam tahun baru dengan kegiatan positif, salah satunya dengan doa bersama tanpa kemeriahan kembang api.

Hal ini dilakukan sebagai salah satu bentuk pengamanan serta upaya memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Kota Tangerang, sekaligus juga bentuk keprihatinan kepada para korban bencana yang ada di Indonesia.

“Jelang natal dan tahun baru 2026 ini, tentunya kita ingin merayakan dengan bahagia, bisa berkumpul bersama keluarga, maka dari itu tentunya kami ingin memastikan malam-malam perayaan ini dirasakan dengan aman dan nyaman salah satunya dengan tidak menyalakan kembang api,” ujar Wali Kota Tangerang Sachrudin, Rabu (24/12/2025).

Sachrudin mengingatkan warganya, hal ini sebagai bentuk rasa empati terhadap saudara-saudara di Aceh dan Sumatera yang masih dalam masa pemulihan dari bencana banjir yang melanda.

“Saudara-saudara kita di wilayah bencana juga ingin bersuka cita merayakan Natal dan Tahun Baru, maka sebagai bukti empati dan menghargai kita usahakan untuk tidak melakukan pesta kembang api,” tegasnya.

Pemerintah Kota Tangerang bersama dengan Forkopimda Kota Tangerang akan terus melakukan pemantauan wilayah baik jelang malam natal hingga malam tahun baru 2026 mendatang, agar lingkungan Kota Tangerang selalu kondusif, aman dan nyaman bagi masyarakat.

 

59 Personel Diberangkatkan ke Sumatera

Sebelumnya, Pemkot Tangerang memberangkatkan 59 personel Tim Bantuan Penanganan Bencana ke wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumatera.

Tim gabungan yang terdiri dari personel Pemkot Tangerang dan relawan Lintas Komunitas Kota Tangerang ini diberangkatkan melalui jalur darat menggunakan 12 kendaraan roda empat.

Tim akan bertugas hingga 2 Januari 2026, dengan fokus pada penanganan kebencanaan serta penyaluran bantuan logistik dan bantuan tunai yang dihimpun dari Pemkot dan masyarakat Kota Tangerang. Dalam arahannya, Sachrudin, menegaskan bahwa misi ini merupakan wujud kepedulian dan solidaritas antar sesama anak bangsa.

 

Kolaborasi Pemkot dan Masyarakat

“Kolaborasi Pemkot dan masyarakat ini menunjukkan bahwa Kota Tangerang siap hadir, bergerak, dan berbagi untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” ujarnya.

Sebagai informasi, tim ini merupakan lintas sektor, terdiri dari personel BPBD, Dinas Kesehatan, Satpol PP, Dinas Sosial beserta TAGANA, BAZNAS Kota Tangerang, serta berbagai organisasi dan kelompok relawan masyarakat.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6