Pj Ketum PBNU Zulfa Mustofa: Gus Yahya Orang Besar, Pasti Bersedia Bertemu Cari Solusi

Pj Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Zulfa Mustofa menawarkan pertemuan dengan Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya.

Diterbitkan 10 Desember 2025, 14:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Zulfa Mustofa terpilih sebagai Pj Ketum PBNU menggantikan Gus Yahya.
  • Zulfa menawarkan pertemuan dengan Gus Yahya untuk mencari solusi bersama.
  • Zulfa yakin Gus Yahya tidak akan menempuh jalur hukum atas pencopotannya.

Liputan6.com, Jakarta - Pj Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Zulfa Mustofa menawarkan pertemuan dengan Yahya Cholil Staquf alias Gus Yahya. Zulfa terpilih menjadi Pj Ketum menggantikan Gus Yahya usai digelarnya Rapat Pleno PBNU di The Sultan Hotel, Jakarta, pada Selasa (9/12) malam.

"Saya sudah menawarkan pertemuan, tapi beliau sedang mempertimbangkan dan kemudian tentunya ada hal-hal yang harus dibahas, apa saja tawaran-tawarannya yang tidak bisa disampaikan di sini," kata Zulfa.

Menurutnya, Gus Yahya akan bersedia untuk melakukan pertemuan dengan dirinya usai terpilih menggantikan posisinya sebagai Pj Ketum.

"Saya yakin insya Allah beliau bersedia (bertemu). Beliau orang besar, beliau pasti berbesar hati. Saya yakin Gus Yahya orang besar, putra Kiai besar, cucu Kiai besar, beliau pasti berbesar hati untuk bisa bertemu mencari solusi bersama," ujarnya.

Selain itu, Zulfa menyakini masalah dicopotnya jabatan Gus Yahya dari kursi ketua umum tidak akan dibawa ke jalur hukum. "Ya saya enggak yakin beliau akan melakukan (ke jalur hukum)," pungkasnya.

Zulfa Mustofa Terpilih Jadi Pj Ketum PBNU

Zulfa Mustofa resmi terpilih menjadi Pj Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Penetapan ini setelah digelarnya Rapat Pleno PBNU di The Sultan Hotel, Jakarta, Selasa (9/12) malam.

"Penetapan pejabat Ketua Umum PBNU masa bakti sisa, sisa sekarang ini, yaitu yang mulia beliau Bapak K.H. Zulfa Mustofa," kata Rais Syuriah PBNU, M Nuh, selaku pimpinan rapat pleno.

Oleh karena itu, kata Nuh, Zulfa akan memimpin PBNU dan melaksanakan tugas-tugasnya sampai dengan Muktamar yang akan dilaksanakan di tahun 2026 mendatang.

"Muktamar sekarang bukan dipercepat, tetapi dikembalikan pada siklus semula. Mudah-mudahan sebelum atau setelah Hari Raya Haji sudah bisa kita lakukan," sambungnya.

Kendati demikian, menurut dia, ada beberapa kegiatan besar yang akan diperingati yakni pada 31 Januari 2026 mendatang.

"Namun demikian, ada beberapa tugas kegiatan besar, yaitu memperingati satu abad Masehi yang akan jatuh pada 31 Januari 2026, itu satu abad Masehi. Dan juga ada Konbes Besar dan Munas serta puncaknya nanti yaitu di Muktamar," ucapnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6