Dinas SDA DKI Sebut Tanggul Bocor di Pesisir Jakarta Utara Telah Ditambal

Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta memastikan kebocoran tanggul di pesisir Jakarta Utara telah ditangani.

Diterbitkan 08 Desember 2025, 15:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta memastikan kebocoran tanggul di pesisir Jakarta Utara (Jakut) telah ditangani. Meski begitu, Kepala SDA DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum mengatakan, limpasan air laut atau rob masih terjadi di beberapa titik.

Ika menyebut titik-titik tanggul pengaman pantai di pesisir Jakarta yang mengalami kebocoran berada di Muara Angke, Muara Baru, Nizam Zachman, Green Bay Pluit, Ancol, RE Martadinata, dan Cilincing–Marunda Pulo. Tanggul pantai yang belakangan viral karena bocor diterjang banjir pesisir (Rob) ialah tanggul Muara Baru.

"Jadi kita melakukan penguatan struktur dengan cara groting, menggunakan metode shotcrete, digali 3 meter, kemudian dicor dan diisi dengan menggunakan beton cor ready mix K500 untuk tanggul pengaman pantai," ujar Ika di Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (8/12/2025).

Untuk menahan limpasan air laut di Muara Angke, Pemerintah Provinsi atau Pemprov DKI Jakarta juga membangun tanggul mitigasi berwarna kuning sepanjang 1,1 kilometer (km).

Ika menyampaikan, tanggul mitigasi dibangun sebagai langkah cepat sementara, sembari pembangunan tanggul pantai proyek pengembangan terpadu pesisir ibu kota negara atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) Fase A rampung.

"Muara Angke ini masih dalam lingkup kampung nelayan, sambil menunggu tanggul pengaman pantai dibangun, maka kami membuat tanggul mitigasi yang berwarna kuning ini sepanjang 1,1 km," ucap dia.

Meski progres pembangunannya baru 80 persen, lanjut Ika, tanggul mitigasi diklaim sudah efektif menahan rob saat pasang maksimum. Termasuk Rob yang melanda wilayah pesisir Jakarta pada 4-6 Desember 2025.

"Dengan progres 80 persen saja sudah bisa membantu menahan air laut supaya tidak masuk di Muara Angke," terang Ika.

 

Tanggul Pengaman Pantai

Ada pun panjang tanggul pengaman pantai yang harus dibangun Pemprov DKI mencapai 28,279 kilometer (km). Dari jumlah tersebut, panjang tanggul yang telah dibangun Pemprov DKI Jakarta baru mencapai 11,770 km atau sekitar 41,7 persen, sementara 16,509 km lainnya masih belum terealisasi.

Tak hanya menjadi kewenangan Pemprov DKI, beberapa tanggul pantai di pesisir utara Jakarta juga berada di bawah kewenangan Pelindo, Pelabuhan Perikanan Nizam Zachman, hingga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), serta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

"Untuk kewenangan Pemprov DKI per November 2025 menyisakan 16,5 km. Jadi pertanyaannya apakah masih ada kebocoran? Masih. Ini yang sedang kami kejar sampai dengan tahun 2030," jelas Ika.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau langsung tanggul pengamanan pantai Nizam Zachman, Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin 8 Desember 2025.

Tinjauan dilakukan, menyusul adanya bagian tanggul pengaman pantai yang mengalami kebocoran saat banjir pesisir (rob) melanda kawasan pesisir Jakarta beberapa hari lalu.

Pantauan Liputan6.com, Pramono disambut Wali Kota Jakarta Utara, serta Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta. Di sana, Pramono memastikan kondisi struktur tanggul yang bocor sekaligus mengecek progres penanganan kebocoran di lapangan.

 

Pramono Cek Tanggul Pengaman Pantai yang Bocor Saat Rob Landa Pesisir Jakarta

Pramono juga naik ke panggung beton yang sudah disiapkan oleh dinas terkait untuk melihat langsung kondisi air laut yang ditahan oleh tanggung pengaman pantai tersebut.

Ada pun tanggul pengaman pantai Nizam Zachman dan Muara Baru merupakan bagian dari proyek pengembangan terpadu pesisir ibu kota negara atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) Fase A.

Dalam kunjungan itu, Pramono menegaskan bahwa pengamanan banjir rob sudah menjadi prioritas sejak awal masa pemerintahannya.

"Sebenarnya kami sudah mengantisipasi sejak awal dalam 10 bulan pemerintahan yang saya pimpin, saya sudah langsung ini menjadi prioritas. Maka kenapa di Muara Angke yang tentunya kalau tidak ada antisipasi itu, pasti rob-nya jauh lebih tinggi," kata Pramono.

Ia menjelaskan, banjir rob yang sejak 4 Desember lalu menghantam pesisir Jakarta dipicu fenomena bulan purnama atau Supermoon yang telah diprediksi sejak dua pekan sebelumnya. Menurut Pramono, tanggul yang sempat bocor sudah langsung ditangani dan ditambal.

"Kemarin memang rob yang terjadi karena bulan Supermoon, jadi Supermoon itu bulan penuh dan dari 15 hari yang lalu kami sudah mempersiapkan di Pemerintah DKI Jakarta, termasuk di beberapa titik terutama di tempat ini, kemudian di Muara Baru, di Muara Angke, di Martadinata, dan sebagainya," katanya.

Pramono menyebut pengelolaan kawasan pesisir Jakarta melibatkan banyak pihak, mulai dari Kementerian PUPR, Pelindo, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), hingga Pemprov DKI. Namun, ia menegaskan Pemprov DKI tetap menjadi penanggung jawab utama bagi warga Jakarta.

"Tetapi apapun saya sudah memerintahkan kepada SDA, penanggung jawab utama tentunya adalah Pemerintah DKI Jakarta karena apapun Pemerintah DKI Jakarta harus hadir untuk itu," ucapnya.

Sebagai informasi, di sepanjang Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, dibagi menjadi dua bagian. Pertama, Muara Baru segmen kawasan pelabuhan Indonesia yang menjadi tanggung jawab Pelindo.

Kemudian, yang kedua ialah tanggul pengaman pantai Muara Baru, segmen pelabuhan perikanan Nizam Zachman.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6