Liputan6.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian mendorong seluruh Pemerintah Daerah (Pemda), wajib mendukung dan melaksanakan Program Strategis Nasional (PSN) yang menjadi prioritas pemerintah pusat.
Dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Baturaja, Yahnu Wiguno Sanyoto menuturkan, arahan Mendagri bukan bentuk tekanan, melainkan penegasan tanggung jawab konstitusional kepala daerah. Yahnu menilai, arahan yang diberikan Mendagri memiliki dasar hukum yang kuat sebagaimana tertuang dalam UU 23 Tahun 2014.
“Secara yuridis, langkah Mendagri ini tepat karena berlandaskan regulasi yang berlaku,” tutur Yahnu.
Advertisement
Yahnu menjelaskan, pendekatan hukum memang perlu diterapkan untuk memastikan pelaksanaan PSN, namun pendekatan kolaboratif dan koordinatif tetap harus diutamakan agar semangat otonomi daerah tidak tereduksi.
“Kepala daerah memang dipilih langsung oleh rakyat, tapi mereka tetap bagian dari sistem pemerintahan nasional,” jelas Yahnu.
Yahnu menilai, arahan Tito Karnavian dalam Rakor di IPDN menunjukkan pendekatan moderat atau “jalan tengah”, sebagai upaya penyeimbang antara pelaksanaan kebijakan pusat dan penghormatan terhadap otonomi daerah. Pendekatan ini memungkinkan pembangunan nasional berjalan seragam dan efektif tanpa mengabaikan kemandirian daerah, terutama di tengah dinamika kebijakan Transfer Keuangan Daerah (TKD).
“Pendekatan seperti ini memastikan pembangunan nasional tetap berjalan sesuai arah presiden, namun tetap menghormati otonomi daerah yang menjadi fondasi sistem pemerintahan Indonesia,” kata Yahnu.
Arahan Mendagri Tito Karnavian turut menegaskan bahwa pemerintah pusat tidak hanya menuntut, namun akan memberikan dukungan nyata kepada Pemda yang serius melaksanakan PSN. Pemda yang memiliki kinerja baik, tata kelola anggaran efisien, dan hasil nyata di lapangan akan memperoleh dukungan anggaran tambahan dari Kemendagri.
Yahnu melihat hal tersebut menunjukkan Kemendagri tidak berniat menghukum daerah, melainkan membangun mekanisme kerja sama yang adil dan produktif.
“Pendekatan kolaboratif menjadi kunci agar kebijakan nasional dapat terlaksana tanpa mengorbankan esensi desentralisasi,” ucap Yahnu.
Yahnu menekankan pentingnya mekanisme pembiayaan yang terarah, koordinasi lintas level pemerintahan, serta ruang konsultasi terbuka antara pusat dan daerah dalam setiap tahap perencanaan dan implementasi PSN. Arahan Mendagri Tito Karnavian bukan menjadi peringatan, melainkan ajakan untuk memperkuat sinergi pusat dan daerah dalam mewujudkan pembangunan nasional yang inklusif dan merata.
“Dengan pendekatan yang tegas namun kolaboratif, pelaksanaan Program Strategis Nasional diharapkan dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” terang Yahnu.
Dasar Hukum
Sebelumnya, Mendagri Tito Karnavian meminta seluruh Pemda, wajib mendukung dan melaksanakan PSN menjadi prioritas pemerintah pusat. Pernyataan Tito merupakan upaya untuk memastikan sinergi pusat dan daerah berjalan optimal demi kesejahteraan masyarakat.
“Kewajiban kepala daerah untuk melaksanakan PSN memiliki dasar hukum yang kuat, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, khususnya Pasal 67 dan Pasal 68,” ujar Tito.
Pada Pasal 67 menegaskan bahwa kepala daerah wajib: Memegang teguh dan mengamalkan Pancasila serta UUD 1945, menjaga keutuhan NKRI, menaati peraturan perundang-undangan, menjaga etika dan norma pemerintahan, melaksanakan program strategis nasional, serta menjalin kerja sama dengan instansi vertikal dan perangkat daerah.
Sementara itu, Pasal 68 mengatur mekanisme sanksi administratif bagi kepala daerah yang tidak menjalankan PSN. Sanksi dimulai dari teguran tertulis, hingga pemberhentian sementara atau tetap bila teguran tidak diindahkan.
“PSN merupakan program prioritas presiden yang wajib dijalankan oleh semua kepala daerah, seperti Koperasi Merah Putih, sekolah rakyat, makan bergizi gratis, penyediaan 3 juta rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah, dan cek kesehatan gratis,” ucap Tito.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259258/original/056986600_1781493541-3549582318816429688.jpeg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5359026/original/035514600_1758617825-3.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1266698/original/072341500_1466133659-titokarnavian.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/146/original/027423100_1766886277-16128480287441.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260101/original/022902800_1781568480-063_2281783911.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8456333/original/005196400_1782354547-063_2282682114.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560764/original/057361200_1782508647-000_B8GJ8DG.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8560483/original/094482200_1782508278-000_B8GH2KY.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264052/original/051981800_1782069590-Spain_s_Lamine.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5476731/original/083749300_1768796381-000_936R8YN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261470/original/080593900_1781707583-haaland.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260720/original/014464000_1781645481-HK9wcDqXAAAOMgO.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8389795/original/062452300_1782269925-inggris.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8309678/original/024525200_1782176074-AP26174009363435-Prancis.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263769/original/046217200_1782009540-Jeremy_Doku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8330272/original/074019500_1782200212-WhatsApp_Image_2026-06-23_at_14.19.36.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8279610/original/097162100_1782138074-tito_ok.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8268675/original/011342500_1782118566-WhatsApp_Image_2026-06-22_at_15.35.52.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8265902/original/086920500_1782113730-WhatsApp_Image_2026-06-22_at_13.27.46.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263280/original/007344300_1781875544-WhatsApp_Image_2026-06-19_at_20.15.59__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263262/original/007554000_1781873129-WhatsApp_Image_2026-06-19_at_19.07.05.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262336/original/070728700_1781780140-WhatsApp_Image_2026-06-18_at_17.41.22.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262332/original/036343900_1781779793-974533d8-a254-41c1-8277-c727fcfd17e5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261322/original/074776600_1781695716-WhatsApp_Image_2026-06-17_at_17.38.29.jpeg)