Kemendagri Dorong Pemda Tingkatkan Inovasi di Semua Sektor Pembangunan

Noudy menegaskan, hasil validasi tersebut merupakan langkah penting untuk menjaga objektivitas dan akurasi pengukuran Indeks Inovasi Daerah (IID).

Diterbitkan 22 Oktober 2025, 12:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Kemendagri mendorong inovasi daerah melalui BSKDN dan hasil validasi IGA 2025.
  • Validasi IGA melibatkan perguruan tinggi untuk menjamin objektivitas pengukuran inovasi.
  • Hasil validasi IGA jadi acuan pembinaan daerah untuk memperkuat budaya inovasi.

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) mendorong pemerintah daerah untuk terus mengembangkan inovasi di berbagai sektor pembangunan.

Dorongan ini disampaikan dalam kegiatan penyerahan hasil validasi Tim Penilai Innovative Government Award (IGA) 2025 yang melibatkan perguruan tinggi Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Hasanuddin (Unhas).

Acara tersebut digelar di Ruang Video Conference BSKDN, Jakarta, pada Rabu (22/10/2025).

Dalam sambutannya, Sekretaris BSKDN Kemendagri, Noudy R.P. Tendean, menyampaikan apresiasi atas kerja keras Tim Penilai IGA yang telah melakukan proses validasi dan quality control terhadap hasil penilaian daerah sangat inovatif.

Ia menegaskan, hasil validasi tersebut merupakan langkah penting untuk menjaga objektivitas dan akurasi pengukuran Indeks Inovasi Daerah (IID).

"Terkait pengukuran inovasi ini, kita memang sudah lama berkolaborasi dengan perguruan tinggi. Kami meyakini bahwa keterlibatan perguruan tinggi dalam proses validasi ini menjamin hasil pengukuran yang objektif,” ujar Noudy.

Hasil Validasi Jadi Acuan Pembinaan Daerah

Noudy menjelaskan bahwa hasil validasi dari Tim Penilai IGA akan menjadi bahan penting bagi Kemendagri dalam melaksanakan pembinaan kepada pemerintah daerah. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat budaya inovasi di lingkungan pemerintahan.

“Hasil validasi ini juga akan menjadi bahan bagi Kementerian Dalam Negeri untuk melaksanakan pembinaan ke daerah, khususnya yang berkaitan dengan inovasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, semangat inovasi harus menjadi fondasi utama dalam menghadapi tantangan pembangunan daerah yang semakin kompleks. Menurutnya, inovasi tidak boleh dipandang sekadar tren, tetapi sebagai prasyarat kemajuan dan daya saing daerah.

“Seperti halnya yang selalu dikatakan Bapak Presiden, inovasi itu sangat penting. Kalau kita terjebak pada hal-hal yang sifatnya rutin semata, kita tidak akan menemukan kemajuan apa pun,” tegasnya.

 

 

Perkuat Kolaborasi dan Ekosistem Inovatif

 

Dalam kesempatan yang sama, BSKDN menegaskan komitmennya untuk terus mengawal perkembangan inovasi di daerah. Komitmen ini dilakukan melalui pembinaan, pendampingan, serta penguatan ekosistem kolaboratif yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat.

“Maka dari itu, mari kita bergerak bersama menumbuhkan semangat inovasi yang terus tumbuh dengan baik di daerah di segala sektornya,” pungkas Noudy.

Melalui program IGA 2025, Kemendagri berharap muncul lebih banyak terobosan kebijakan daerah yang kreatif, adaptif, dan berdampak langsung pada peningkatan pelayanan publik serta kesejahteraan masyarakat.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6