Sederet Peringatan Penting dan Menarik Setiap 16 Oktober, Ada Hari Apa?

Tanggal 16 Oktober diperingati dengan berbagai momen penting, mulai dari tingkat Nasional hingga tingkat Internasional. Berikut Deretan Perayaannya.

Diterbitkan 16 Oktober 2025, 06:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tanggal 16 Oktober diperingati dengan berbagai momen penting, baik di tingkat nasional maupun internasional. Di Indonesia, setiap tahunnya tanggal ini diperingati sebagai Hari Parlemen Indonesia, sebagai bentuk apresiasi terhadap peran lembaga legislatif yang menjadi salah satu pilar utama dalam sistem demokrasi.

Sementara itu, di tingkat internasional, tanggal 16 Oktober juga dipenuhi dengan berbagai peringatan menarik. Dunia memperingati Hari Pangan Sedunia, Hari Tulang Belakang Sedunia, Hari Kesadaran Alergi Sedunia, serta Hari Resolusi Konflik Internasional.

Berikut momen-momen penting yang diperingati pada tanggal 16 Oktober dihimpun oleh Tim News Liputan6.com:

1. Hari Parlemen Indonesia

Hari Parlemen Indonesia diperingati pada tanggal 16 Oktober setiap tahunnya. Peringatan ini bertujuan untuk merayakan pentingnya keberadaan lembaga legislatif sebagai salah satu pilar dalam sistem demokrasi di Indonesia.

Hari ini merupakan pengingat bagi masyarakat betapa pentingnya partisipasi dalam mengawasi demokrasi dan mengawasi kinerja anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). 

Mengutip dari Antara, Hari Parlemen Indonesia diperingati setiap tanggal 16 Oktober. Hari ini mengacu pada hari lembaga legislatif, yaitu Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD).

Terbentuknya lembaga legislatif di Indonesia bermula dari kesadaran Mohammad Hatta (Wakil Presiden pertama) dan Sutan Sjahir (Perdana Menteri pertama) akan pentingnya sebuah badan yang dapat mewakili aspirasi rakyat.

Dari pemikiran tersebut, lahirlah Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP) pada 29 Agustus 1945. Dengan pertimbangan politik untuk mendapatkan pengakuan sebagai negara demokratis yang memiliki struktur pemerintahan yang lengkap, Hatta mengeluarkan Maklumat Wakil Presiden Nomor X pada 16 Oktober 1945.

Berdasarkan Maklumat tersebut, Komisi Nasional Indonesia Pusat (KNIP) ditetapkan sebagai lembaga legislatif. Dalam maklumat tersebut, ditetapkan bahwa tugas KNIP berubah dari hanya sebagai pembantu presiden menjadi setara dengan presiden dalam hal penyusunan Undang-Undang dan penetapan Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN).

Dengan dikeluarkannya maklumat tersebut, dianggap sebagai awal berdirinya parlemen di Indonesia, yang menjadi dasar peringatan Hari Parlemen Indonesia setiap 16 Oktober. Peringatan Hari Parlemen Indonesia diharapkan dapat menjadi momen refleksi bagi anggota legislatif untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja nya sebagai wakil rakyat.

2. Hari Pangan Sedunia

Sementara itu di tingkat internasional. Tanggal 16 Oktober diperingati sebagai Hari Pangan Sedunia atau World Food Day. Mengutip dari laman resmi Dinas Pangan Provinsi Sumatera Barat, sejarah peringatan hari pangan sedunia bermula dari konferensi FAO ke-20, bulan November 1976 di Roma yang memutuskan untuk dicetuskannya resolusi No. 179 mengenai World Food Day.

Resolusi ini disepakati oleh 147 negara anggota FAO, termasuk Indonesia, untuk menetapkan bahwa mulai tahun 1981 segenap negara anggota FAO setiap tanggal 16 Oktober memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS).

Tujuan dari peringatan HPS tersebut adalah untuk meningkatkan kesadaran dan perhatian masyarakat internasional akan pentingnya penanganan masalah pangan baik ditingkat global, regional maupun nasional.

Penyelenggaraan peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) merupakan konsekuensi keikutsertaan Indonesia sebagai anggota FAO. Acara diselenggarakan lintas departemen dan sebagai vocal point FAO di Indonesia, Menteri Pertanian menetapkan Departemen Pertanian sebagai departemen utama (leading institution) penyelenggara HPS.

3. Hari Tulang Belakang Sedunia

Di tingkat internasional, tanggal 16 Oktober juga diperingati sebagai Hari Tulang Belakang Sedunia atau world Spine Day. Peringatan ini bertujuan untuk mempromosikan pentingnya kesehatan tulang belakang dan Pendidikan masyarakat agar paham tentang keseriusan kesehatan tulang belakang, yang merupakan salah satu bagian utama terjadinya kecacatan di dunia.

Mengutip dari Pace Hospitals, Hari Tulang Belakang Sedunia (WSD) pertama kali diperingati pada tanggal 16 Oktober 2008, diselenggarakan oleh Federasi Chiropraktik Dunia (WFC) dengan maksud untuk menyediakan wadah global guna meningkatkan kesadaran mengenai kelainan tulang belakang dan penanganannya serta mengajak orang lain untuk bergabung dalam tujuan mulia ini guna mewujudkan efektivitas dalam promosi tersebut.

Federasi Kiropraktik Dunia (WFC), bersama lebih dari 800 organisasi resmi terkait di seluruh dunia, menyelenggarakan berbagai kampanye dan kegiatan untuk mempromosikan kesehatan tulang belakang. Hari Tulang Belakang Sedunia pertama kali diperingati pada tahun 2012, dengan tema "Luruskan dan Bergerak". Sejak saat itu, Federasi Kiropraktik Dunia (WFC) menetapkan tema khusus untuk memperingati hari tersebut.

4. Hari Kesadaran Alergi Sedunia

Tak kalah penting, tanggal 16 Oktober juga diperingati sebagai Hari Kesadaran Alergi Sedunia atau World Allergy Awareness Day.

Mengutip dari National Today, dalam istilah medis, alergi menandakan hipersensitivitas terhadap sistem kekebalan tubuh. Kita mengalami alergi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap hal-hal tertentu di lingkungan sekitar kita.

Zat-zat ini sebenarnya tidak berbahaya bagi kebanyakan orang, tetapi seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang sensitif dapat memiliki reaksi yang sangat berbeda terhadapnya. Tubuh menganggap zat-zat ini sebagai partikel asing yang invasif.

Dari hujan dan debu hingga serbuk sari, apa pun dapat memicu alergi. Biasanya, alergi muncul sebagai reaksi kulit yang meradang atau kesulitan bernapas.

5. Hari Resolusi Konflik Internasional

Pada tahun ini, peringatan Resolusi Konflik Internasional juga jatuh pada tanggal 16 Oktober. Peringatan ini biasanya jatuh pada kamis ketiga pada bulan Oktober.

Peringatan ini diinisiasikan oleh Asosiasi Resolusi Konflik (ACR) yang ditetapkan pada tahun 2005. Hal ini digagas atas pertimbangan pada perselisihan, keretakan, dan kemampuan menyelesaikan masalah secara damai. ketiga hal tersebut dianggap penting dalam sebuah bubungan.

Mengutip dari laman Nasional Today, Dalam meresmikan hari penting ini, ACR menekankan pentingnya meningkatkan kesadaran akan mediasi, arbitrase, konsiliasi, dan metode penyelesaian konflik kreatif dan damai lainnya sebagai motif di balik pembentukannya. Selain itu, ACR juga mendorong resolusi konflik di sekolah, keluarga, bisnis, komunitas, pemerintahan, dan sistem hukum. Hari ini juga bertujuan untuk menghargai kontribusi penting para penyelesai konflik secara damai dan untuk mencapai sinergi nasional dengan menyelenggarakan perayaan di seluruh negeri dan di seluruh dunia pada hari yang sama.

Hari Resolusi Konflik, yang telah diperingati selama lebih dari 15 tahun, bertepatan dengan Pekan Mediasi ABA dari Asosiasi Pengacara Amerika (ABA). Pekan ini dibentuk untuk melanjutkan upaya berbagai organisasi nasional, negara bagian, dan lokal lainnya, termasuk Asosiasi untuk Resolusi Konflik (ABA). ABA dan ACR, bersama dengan organisasi-organisasi lain, untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya mediasi dan resolusi konflik.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6