Menkes Budi Tegaskan Data Keracunan MBG akan Dibuka ke Publik

Budi menegaskan, Kemenkes dan BGN sedang menyiapkan mekanisme agar data tersebut dapat diakses publik secara transparan.

Diterbitkan 08 Oktober 2025, 18:53 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan, data terkait dugaan kasus keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan dibuka untuk publik melalui Badan Gizi Nasional (BGN).

Budi mengatakan, data tersebut telah dikumpulkan oleh Kemenkes secara harian melalui jaringan Puskesmas di seluruh Indonesia dan sudah disampaikan kepada BGN untuk proses verifikasi lebih lanjut.

“Sudah ada datanya, sudah kami share kepada BGN. Nanti yang mengeluarkan BGN," ujar Budi di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan, laporan yang diterima berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sekolah-sekolah, yang telah terhubung dengan sistem pelaporan di puskesmas.

“Sekarang tinggal dicocokkin SPPG-nya, SPPG yang mana. Kami dapatnya di puskesmasnya, kemudian kita sudah link ke sekolahnya karena kita screening SPPGnya dan ini memang utamanya di BGN,” ujarnya.

Budi menegaskan, Kemenkes dan BGN sedang menyiapkan mekanisme agar data tersebut dapat diakses publik secara transparan.

“Nanti, sama-sama kita atur biar bisa dibuka,” katanya.

Hingga pertengahan September 2025, Kemenkes melaporkan sedikitnya 60 kasus dengan 5.207 penderita dari insiden keracunan menu MBG.

Sementara, BPOM mencatat 55 kasus dengan 5.320 penderita. Jawa Barat menjadi provinsi dengan kasus keracunan MBG terbanyak.

Keracunan Terus Terjadi

Sebanyak 14 siswa SMA Negeri 1 Punggur, Kabupaten Lampung Tengah, dilaporkan mengalami gejala keracunan usai menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin (6/10/2025). Para siswa mengalami muntah, pusing, mual, dan sakit perut setelah menyantap menu rendang dan sayur toge yang disediakan.

Sebagian korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Ahmad Yani Metro untuk mendapat perawatan. Hingga Selasa, 7 Oktober 2025, dua siswa telah diperbolehkan pulang, sementara 12 lainnya masih dirawat di rumah sakit.

Menindaklanjuti insiden itu, Kejaksaan Negeri Lampung Tengah melalui Seksi Intelijen melakukan peninjauan langsung ke RSUD Ahmad Yani dan SMA Negeri 1 Punggur.

Tim juga memeriksa dapur penyedia makanan, SPPG Nunggalrejo, yang menjadi mitra pelaksana program MBG.

“Kami ingin memastikan kondisi siswa membaik dan sebagian besar sudah diperbolehkan pulang,” kata Kepala Seksi Intelijen Kejari Lampung Tengah, Alfa Dera, Selasa (7/10).

Menurut Alfa, aktivitas belajar di sekolah telah kembali normal. Situasi di lingkungan sekolah dan masyarakat juga tetap kondusif.

Peninjauan tersebut turut melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Polsek Punggur, serta Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah.

Dia menambahkan, seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program MBG harus memperhatikan standar kebersihan dan keamanan pangan agar kasus serupa tidak terulang.

"Langkah itu bagian dari komitmen kami mendukung program strategis pemerintah dan memastikan pelaksanaannya sesuai ketentuan," tegas dia.

Perintah Prabowo

Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Kepala BGN Dadan Hindayana untuk memastikan seluruh dapur makan bergizi gratis telah dilengkapi dengan alat-alat sterilisasi dan perangkat uji makanan (test kit), serta filter air bersih.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjelaskan perintah itu diberikan oleh Presiden Prabowo kepada Kepala BGN dalam rapat terbatas yang digelar di kediaman pribadi Presiden Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta, Minggu malam.

"Presiden menegaskan kepada Kepala BGN bahwa setidaknya pada minggu depan ini, dapur-dapur harus sudah dilengkapi dengan alat tes kit yakni mengecek kebersihan makanan, alat pencuci dan pengering higienis dilengkapi air hangat, dan alat khusus untuk menghindari bakteri, dan penyediaan filter air bersih," kata Seskab Teddy.

Seskab Teddy melanjutkan evaluasi mengenai pelaksanaan program makan bergizi gratis menjadi salah satu isu yang dibahas dalam rapat terbatas pada malam ini.

"Presiden juga membahas beberapa program prioritas pemerintah lainnya, antara lain Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Kampung Nelayan, ketahanan pangan dan ketahanan energi, stimulus ekonomi terutama untuk periode akhir tahun 2025, dan berbagai program pemerintah lainnya," ujar Teddy.

Rapat itu dihadiri oleh jajaran Menteri Kabinet Merah Putih, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, yang keduanya duduk di sisi kiri dan kanan Presiden Prabowo, kemudian ada pula Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani.

Di sisi kanan Presiden, ada Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Pelaksana Tugas (Plt.) Menteri BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria, CIO Danantara Pandu Sjahrir, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani, dan Direktur Utama PT Pindad Sigit P. Santosa.

Kemudian di sisi kiri Presiden, ada Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, dan Kepala BGN Dadan Hindayana.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6