TNI-Polri Evakuasi 6 Personel Kopassus di Yalimo Papua Imbas Serangan Massa, 3 Luka Berat

Tiga personel yang bertugas mengalami luka parah dan mendapat perawatan intensif.

Diperbarui 18 September 2025, 17:23 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Enam personel TNI AD berhasil dievakuasi dari kepungan massa di Yalimo.
  • Kerusuhan dipicu kesalahpahaman pelajar, menyebabkan kerusakan luas dan pengungsian.
  • Tiga personel TNI luka parah, beberapa aparat lain juga terluka dalam insiden.

Liputan6.com, Jakarta - Tim gabungan TNI-Polri mengevakuasi enam personel TNI AD Satgas Maleo Kopassus yang terkepung di belakang Pos Satgas Maleo, Kampung Pirip, Distrik Elelim, Kabupaten Yalimo, pada Selasa (16/9/2025) sore.

Evakuasi dimulai pukul 17.26 WIT dengan mengerahkan tiga unit kendaraan roda enam dan tiga unit kendaraan roda empat.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Faizal Ramadhani, mengatakan operasi dipimpin Ipda Abdul Azis dari Satbrimob Polda Papua bersama personel TNI dan Polres Yalimo.

“Saat proses berlangsung, tim gabungan sempat diserang massa dari berbagai sisi, namun berhasil dipukul mundur. Enam personel berhasil diselamatkan dan dibawa ke Mapolres Yalimo,” ujar Faizal dalam keterangannya, Kamis (18/9/2025).

Faizal menambahkan, tiga personel mengalami luka parah dan mendapat perawatan intensif.

Mereka adalah Sertu Nando Manurung, Sertu Kantum, dan Letda Inf Supardi. "Ketiganya kini menjalani perawatan di RS Er Dabi, Yalimo,” katanya.

 

Kerusuhan Dipicu Kesalahpahaman

Kerusuhan ini dipicu aksi penyerangan massa buntut kesalahpahaman antar pelajar SMA Negeri 1 Elelim. Bentrokan meluas hingga menyebabkan sekitar 500 warga mengungsi ke Mapolres Yalimo.

Puluhan bangunan terbakar, termasuk ruko, rumah kos, rumah dinas Pemkab Yalimo, kantor dinas, fasilitas TNI-Polri, serta belasan kendaraan roda dua dan roda empat.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Adarma Sinaga, menyebut sejumlah aparat juga menjadi korban serangan.

"Beberapa anggota kami mengalami luka, di antaranya Briptu Fitrah H. Naing terkena lemparan batu di wajah, Briptu Muh Aksa Almuthadin terkena panah di kepala, serta seorang prajurit TNI bernama Charles mengalami luka di bagian belakang kepala,” ujarnya.

Hingga Selasa malam, aparat keamanan masih berjaga di sekitar Pospol Elelim dan Mapolres Yalimo. Jaringan listrik padam dan kebakaran di sejumlah titik belum terkendali.

"Evakuasi terhadap warga pendatang yang masih bersembunyi di rumah maupun ruko belum dapat dilakukan,” pungkas Adarma.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6