Konferensi Pendidikan Inklusi Indonesia 2025, Langkah Maju untuk Pendidikan Bermutu Bagi Semua

Konferensi ini digelar sebagai wadah kolaboratif untuk berbagi praktik terbaik, riset mutakhir, serta strategi implementatif dalam mendukung pendidikan inklusi di Indonesia.

Diperbarui 09 Agustus 2025, 19:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Konferensi Pendidikan Inklusi Indonesia 2025 wadah kolaborasi dan riset mutakhir.
  • Pendidikan inklusif butuh keterampilan guru, dukungan, dan lingkungan belajar responsif.
  • Konferensi ini diharapkan jadi katalisator ekosistem pendidikan inklusif di Indonesia.

Liputan6.com, Jakarta - Mengambil momentum perayaan 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, Konferensi Pendidikan Inklusi Indonesia (KPII) 2025 digelar. Konferensi ini mengusung tema utama "Dua Dekade Pendidikan Inklusi di Indonesia: Pendidikan Bermutu untuk Semua" di Plaza Insan Berprestasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Konferensi ini digelar sebagai wadah kolaboratif untuk berbagi praktik terbaik, riset mutakhir, serta strategi implementatif dalam mendukung pendidikan inklusi di Indonesia. Acara ini menjadi momentum penting untuk membangun ekosistem pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan beragam peserta didik, terutama anak-anak dengan kebutuhan pendidikan khusus.

Praktisi Pendidikan dan Psikolog Pendidikan (Sesi Panel KPII 2025), C. Mathilda V. Bolang mengatakan regulasi saja tidak cukup untuk mewujudkan pendidikan inklusif yang efektif.

"Kita perlu memastikan guru dan sekolah memiliki keterampilan reflektif, dukungan supervisi, serta lingkungan belajar yang benar-benar responsif terhadap kebutuhan semua siswa,” ujarnya dalam keterangan diterima.

Sementara Praktisi Pendidikan Inklusi, Adi Nugroho Horstman, mengatakan inklusivitas bukan sekadar bagaimana kita berbeda, tetapi tentang kesetaraan dan kemanusiaan.

"Dengan merangkul keunikan satu sama lain, kita menjadikannya kekuatan bersama bagi Indonesia. Pendidikan inklusif adalah janji negara untuk memastikan setiap anak mendapatkan haknya atas pendidikan yang bermutu tanpa diskriminasi," ujarnya.

 

Katalisator

Konferensi ini juga membuka ruang bagi para akademisi dan praktisi untuk mempresentasikan hasil penelitian maupun praktik terbaik melalui Call for Paper. Sebagai pelengkap, ekspo pendidikan dan layanan akan menampilkan berbagai inovasi, produk, serta layanan pendukung dari berbagai institusi pendidikan, organisasi masyarakat sipil, dan penyedia layanan profesional.

Konferensi Pendidikan Inklusi Indonesia 2025 diharapkan dapat menjadi katalisator bagi terwujudnya ekosistem pendidikan yang lebih inklusif dan responsif terhadap keberagaman kebutuhan belajar anak di Indonesia. Acara ini rencananya dihadiri unsur-unsur pemangku kepentingan, baik dari pemerintah pusat, penyelenggara pendidikan seperti: guru, kepala sekolah, orang tua, akademisi, praktisi, serta pemerhati dan dunia usaha yang berkontribusi bagi kemajuan dunia pendidikan di Indonesia.

Adapun kegiatan tersebut digelar Politeknik Bentara Citra Bangsa (PBCB) bersama Yayasan Indonesia Peduli Anak Berkebutuhan Khusus (YIPABK), Cipta Aliansi Edukasi (CAE) dan Psiko Edukasi Asesmen Center (Peace), serta didukung Kemendikdasmen.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6