Ketua DPD Harap Peran NU, Sukseskan Program Strategis Presiden Prabowo

Sultan meyakini, sebagai Ormas Islam terbesar di Indonesia, peran NU beserta seluruh organisasi sayapnya sangat diharapkan dalam mendukung program prioritas seperti MBG, Koperasi Merah Putih dan Sekolah Rakyat.

Diperbarui 30 Juli 2025, 13:53 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Indonesia di jalur tepat menuju negara sejahtera di bawah Prabowo-Gibran.
  • Dukungan ormas dan pemuda diperlukan untuk mencapai tujuan pembangunan nasional.
  • NU diharapkan mendukung program prioritas pemerintah seperti MBG dan Sekolah Rakyat.

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sultan B. Najamudin memastikan Indonesia sedang dalam jalur yang tepat (On the track) menuju harapan negara kesejahteraan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo dan wakilnya Gibran Rakabuming.

Hal itu disampaikan Sultan saat menerima aspirasi Persatuan Guru Nahdhlatul Ulama (Pergunu) dan Ikatan Pelajar NU (IPNU) Wilayah Bengkulu.

"Untuk mencapai tujuan pembangunan Nasional yang dilakukan pemerintah perlu didukung oleh semua pihak di daerah, terutama organisasi masyarakat dan pemuda," kata Sultan dalam keterangan pers diterima, Rabu (30/7/2025).

Sultan meyakini, sebagai Ormas Islam terbesar di Indonesia, peran NU beserta seluruh organisasi sayapnya sangat diharapkan dalam mendukung program prioritas seperti MBG, Koperasi Merah Putih dan Sekolah Rakyat.

"Kita ingin baik para pengajar dan Pelajar NU mendapatkan perhatian dalam terutama pada infrastruktur lembaga pendidikan juga kesejahteraan guru dan dosen. Dengan pendidikan berkualitas dan kolaborasi pemerintah dan ormas Insya Allah kita mampu mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045," yakin Sultan.

 

Apresiasi

Sementara itu, Ketua Pergunu wilayah Bengkulu Prof. Johannes Sapri mengatakan pihaknya mengapresiasi upaya pemerintah memberikan perhatian khusus terhadap guru dan dosen dengan menetapkan status sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Dia berharap, pemerintah bersama DPD RI dan DPR RI dapat melakukan penyesuaian dan kesempatan karier yang sama bagi ASN Guru dsn dosen berstarus PPPK.

"Karena sesungguhnya kewajiban dan beban kerja Guru dan Dosen PPPK sama bahkan sering Kali lebih besar dari PNS," dia memungkasi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6