Ratusan Ribu Kader PSI Ikut Pemilu Raya Ketua Umum Lewat E-Voting

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menerapkan sistem pemilihan terbuka untuk menentukan Ketua Umum periode 2025–2030. Dalam Pemilu Raya ini, seluruh kader yang terdaftar memiliki hak suara untuk memilih langsung melalui sistem e-voting.

Diperbarui 19 Juli 2025, 00:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • PSI gelar Pemilu Raya, kader memilih Ketum periode 2025-2030 via e-voting.
  • Partisipasi kader PSI capai 50%, bukti budaya partisipatif internal partai.
  • E-voting PSI andal, hasil pengembangan kader dengan bantuan ahli IT.

Liputan6.com, Jakarta Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menerapkan sistem pemilihan terbuka untuk menentukan Ketua Umum periode 2025–2030. Dalam Pemilu Raya ini, seluruh kader yang terdaftar memiliki hak suara untuk memilih langsung melalui sistem e-voting.

Sekretaris Jenderal PSI, Raja Juli Antoni, menyampaikan, partisipasi kader dalam Pemilu Raya PSI mencapai lebih dari 50 persen. Ia menilai hal tersebut sebagai langkah awal yang baik dalam membangun budaya partisipatif di internal partai.

“Dari 187 ribu anggota yang teregistrasi dan diverifikasi yang menjadi DPT, sekarang sudah 137.000 (menggunakan e-voting). Saya kira turn out-nya bagus ya dengan pengalaman pertama dengan partisipasi sebesar itu saya kira sangat baik sangat,” kata dia dalam keterangannya, Jumat (18/7/2025).

Raja Juli menuturkan,  sistem e-voting tersebut dikembangkan secara mandiri oleh kader PSI. Untuk menjamin keandalan sistem, PSI turut melibatkan para ahli teknologi informasi guna melakukan pengujian.

"Alhamdulillah tidak ada gangguan ya, semua kader kami dapat berpartisipasi. Jadi ini kan simbolnya adalah 1 anggota 1 suara, adalah cara kami untuk menunjukkan komitmennya PSI sebagai partai terbuka tersebut ya si partai super terbuka," ungkap dia.

 

Ada Batas Waktu

Raja Juli berharap sistem ini dapat memperkuat hubungan antara partai dan konstituen, tidak hanya saat pemilu, tetapi juga dalam pengambilan keputusan penting lainnya.

"Di mana pengambil keputusan tertinggi adalah anggotanya, yang kita ingin merekatkan hubungan antara partai dan konstituen ya. Jadi jangan menyapa konstituen itu hanya lima tahun sekali menjelang Pemilu. Tapi pemilihan ketua umum ya, keputusan-keputusan penting itu akan kami tanyakan, kami konsultasikan kepada anggota melalui e-voting," ungkap dia.

Raja Juli Antoni juga mengingatkan kepada kader yang belum memberikan suara untuk segera berpartisipasi sebelum batas waktu pemungutan suara berakhir.

"Masih ada waktu sampai hari ini jam 00.00," pungkasnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6