Antisipasi Banjir Susulan Jabodetabek, BNPB Siapkan Modifikasi Cuaca

Jika terjadi potensi curah hujan yang akan memicu bencana hidrometeorologi basah, maka pesawat modifikasi cuaca akan langsung diturunkan.

Diperbarui 07 Juli 2025, 11:29 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menangani banjir yang terjadi di wilayah Jabodetabek. Salah satunya dengan menyiagakan satu unit pesawat Cessna untuk upaya modifikasi cuaca.

"BNPB per hari ini, Senin 7 Juli 2025, menyiagakan dan men-standby-kan satu pesawat Cessna untuk operasi modifikasi cuaca. BNPB sudah berkoordinasi dengan BMKG dengan melihat perkiraan cuaca pada hari ini," tutur Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatinkom) BNPB Abdul Muhari kepada wartawan, Senin (7/7/2025).

Menurut Muhari, jika terjadi potensi curah hujan yang akan memicu bencana hidrometeorologi basah, maka pesawat modifikasi cuaca akan langsung diturunkan.

"Dan kita harapkan operasi modifikasi cuaca ini bisa menurunkan intensitas curah hujan di wilayah Jabodetabek yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi basah," jelas dia.

Muhari mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya di Jabodetabek untuk meningkatkan kewaspadaan terjadinya banjir susulan.

"Sekali lagi, mari bersama kita siapkan kewaspadaan dan kita tingkatkan kesiapsiagaan berbasis dari individu dan keluarga, agar tentu saja kita bersama bisa mengurangi potensi risiko bencana akibat aspek hidrometeorologi, baik itu kering maupun basah," Muhari menandaskan.

Sebelumnya, hujan deras dan pasang air laut tinggi kembali menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Jakarta pada Senin pagi (7/7/2025). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat, sebanyak 100 Rukun Tetangga (RT) dan 3 ruas jalan tergenang banjir.

Data tersebut diperoleh berdasarkan pembaruan terakhir hingga pukul 08.00 WIB.

 

Penyebab Banjir di Jakarta

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, menyebutkan bahwa banjir terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengguyur DKI Jakarta dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir, ditambah dengan pasang air laut.

"BPBD mencatat saat ini genangan terjadi di 100 RT dan 3 ruas jalan, dengan ketinggian air bervariasi," kata Yohan dalam keterangannya, Senin (7/7/2025).

Yohan menjelaskan, banjir melanda empat wilayah administratif Jakarta. Namun, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur menjadi kawasan yang paling parah terdampak.

Di Pela Mampang, Jakarta Selatan, ketinggian air mencapai 150 cm. Di Cipinang Melayu, Jakarta Timur, banjir juga setinggi 150 cm melanda permukiman warga. Sementara itu, di ruas Jalan Adi Karya, Kedoya Selatan, air menggenang hingga 60 cm.

Akibat banjir yang cukup tinggi, ratusan warga terpaksa mengungsi ke tempat aman. Berikut rincian pengungsi berdasarkan data BPBD:

  • 337 jiwa mengungsi di Cipinang Melayu
  • 156 jiwa mengungsi di Karet Tengsin
  • 119 jiwa mengungsi di Kampung Melayu

Para pengungsi sementara ditampung di masjid dan gedung sekolah yang dijadikan posko darurat.

Petugas gabungan dari BPBD DKI Jakarta, Dinas Sumber Daya Air (SDA), dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) terus berjibaku mengatasi banjir. Pompa-pompa air dikerahkan dan saluran air diperiksa agar berfungsi optimal.

"Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat," ujar Yohan.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi genangan susulan. Bila dalam keadaan darurat, BPBD DKI Jakarta mengingatkan warga untuk segera menghubungi nomor darurat 112. Layanan ini gratis dan aktif 24 jam.

Infografis

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6