Ibas Yudhoyono Dorong Ronthek Pacitan Jadi Motor Wisata, Budaya, dan Ekonomi Kreatif

Festival Ronthek Pacitan 2025 merupakan perayaan seni budaya yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakat Pacitan.

Diterbitkan 06 Juli 2025, 13:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Pacitan Festival Ronthek Pacitan 2025 sukses menyedot perhatian ribuan penonton baik dari masyarakat lokal maupun wisatawan luar daerah. Digelar pada 4-6 Juli 2025, festival ini masuk dalam program Karisma Event Nusantara (KEN) menjadikan Pacitan sebagai salah satu daerah yang mendapat perhatian nasional selama tiga tahun berturut-turut.

Wakil Ketua MPR RI dari Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono membuka langsung Festival Ronthek Pacitan 2025, sebuah perayaan seni budaya yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakat Pacitan. 

Ia menegaskan pentingnya mendukung pengembangan seni ronthek, bukan hanya sebagai warisan budaya dan memperkuat identitas daerah, tapi juga membuka peluang ekonomi kreatif yang dapat menyejahterahkan masyarakat serta menjadi kekuatan wisata budaya yang membanggakan. 

“Malam ini kita menyaksikan cahaya ronthek yang Insyaallah tidak hanya menjadi kebangga tapi juga terus berkelanjutan,” ungkap Edhie Baskoro Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI mengawali sambutannya di Alun-Alun Pacitan (5/7/25). Didampingi sang istri, Aliya Rajasa Yudhoyono.

Wakil Rakyat dari Dapil Jawa Timur VII yang akrab disapa Ibas ini menceritakan bahwa festival ronthek memberikan kesan tidak hanya hanya pada  Kabupaten Pacitan tetapi juga bangsa Indonesia.

“Saya ingat sekali di tahun 2018 lalu kami juga menyelenggarakan ronthek akbar di stadion Pacitan yang juga memberikan kesan tersendiri tidak hanya pada Kabupaten Pacitan tetapi juga kepada bangsa Indonesia yang sama-sama kita cintai. Dan hari ini kita bisa terus menikmati, ronten terus diselenggarakan dan menjadi festival berkelanjutan di Kabupaten Pacitan," ujarnya.

Ibas kemudian menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Pacitan yang terus mewujudkan ronthek sebagai salah satu ikon kebudayaan lokal yang membanggakan. Festival ini dipandang tidak hanya sebagai panggung seni, tetapi juga sebagai ruang spiritual untuk melahirkan jiwa-jiwa yang tenang, kreatif, dan bahagia.

 “Terima kasih Kabupaten Pacitan yang terus memajukan ronthek untuk terus menjadi bagian seni budaya yang tak terpisahkan," ujar.

Menurutnya, seni ronthek dapat melahirkan jiwa-jiwa yang penuh kreativitas, berbudaya dan penuh kebahagiaan.

"Kita tidak hanya sekedar melihat sinar cahaya dari lantunan seni musik ronthek yang akan dilantunkan dari segala sudut Kabupaten Pacitan, tapi kita juga ingin melahirkan jiwa-jiwa yang tenang, jiwa-jiwa yang penuh dengan kreativitas, penuh dengan kebudayaan dan penuh dengan kebahagiaan dalam gemas syukur dan juga dari bumi yang terus diberkahi yaitu Kabupaten Pacitan," jelasnya.

 

Makna Tema Festival Ronthek "Pacitan Sumandhang Nugrah"

Mengusung tema ‘Pacitan Sumandhang Nugraha’ yang artinya ‘sikap rendah hati yang mampu mengangkat anugerah kehidupan’, menurut Ibas festival ronthek ini dapat dimaknai sebagai panggilan moral untuk terus memajukan sektor pariwisata dan kebudayaan.

“Sumandhang nugraha adalah sikap rendah hati yang harus kita tampilkan di hadapan publik yang juga bisa memanggul anugrah dalam kehidupan ini. Sebuah ajakan bagi kita agar bangsa ini, yang dipimpin oleh Presiden Prabowo bisa lebih maju dan  terus mengembangkan pariwisata seni budaya, termasuk yang ada di Kabupaten Pacitan,” ujarnya. 

Wakil Rakyat dari Partai Demokrat ini menggaris bawahi bagaimana festival ronthek ini memiliki peran strategis dalam membangun karakter bangsa dan membuka peluang ekonomi kreatif daerah, sehingga harus terus dirawat dan dijaga. 

“Tak bisa kita lupakan bahwa di sinilah akar dari setiap lompatan kemajuan. Warisan budaya adalah fondasi masa depan. Di sini, di Kabupaten Pacitan, tentu kita juga terus merayakan warisan dari masyarakat, dari para lelur kita, dari pemimpin yang terdahulu bahwa kita bisa menyambut ronthek untuk kegiatan seni budaya dalam jangka yang panjang,” ungkapnya. 

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat ini juga menyampaikan bahwa festival yang digelar di tanah yang dijuluki ’70 Miles of Paradise’ ini tidak hanya menampilkan keindahan alam tetapi juga menghadirkan kekayaan musikalitasnya. 

“Di sini, di tanah ’70 Miles of Paradise’ kita tidak hanya melihat gunung, laut, tapi juga seni tari, musiknya pun dapat terus kita berdayakan, tingkatkan, dan kita kembangkan dari waktu ke waktu," kata Ibas.

Jaga Seni Budaya Ronthek Pacitan

Dirinya berharap Pacitan tidak hanya ramah terhadap masyarakat yang ada di Pacitan, tapi juga bisa ramah pada siapapun yang hendak bertamu, berkunjung, dan juga menjadi tempat yang baik untuk terus belajar dan berguru.

Di akhir sambutannya, Ibas mengajak seluruh pihak untuk sama-sama melestarikan seni budaya ronthek agar tidak pernah padam tertelan zaman dan kegiatan ini bisa membawa membawa berkah, kebahagiaan, dan kesejahteraan bagi semua masyarakat.

“Sekali lagi, selamat Bapak Ibu semuanya, selamat menikmati festival ronthek. Mari kita jaga cahaya ini agar terus menyala, mari kita jaga seni budaya ronthek Pacitan agar tidak pernah padam oleh zaman," kata Ibas.

“Semoga Bapak Ibu yang hadir di sini juga mendapatkan kesehatan, kebahagiaan, dan juga perlindungan, serta kesejahteraan. Semoga masyarakat yang datang dapat terus ditingkatkan,” pungkasnya. 

Acara pembukaan Festival Ronthek Pacitan 2025 di hari pertama juga dihadiri oleh Teuku Riefky Harsya Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf), Rizki Natakusumah Anggota FPD DPR RI, Indrata Nur Bayuaji Bupati Pacitan, Agung Nugroho Walikota Pekanbaru, dan Aneng Bupati Kepulauan Anambas.

 

(*)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6