Semarak Hardiknas 2025 di Kukar, Lomba Edukatif hingga Tausiyah Ustadz Hanan Attaki

Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berlangsung semarak, sarat makna, dan penuh warna.

Diperbarui 02 Mei 2025, 21:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Tenggarong Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berlangsung semarak, sarat makna, dan penuh warna. Dari upacara resmi di halaman Kantor Bupati hingga deretan lomba edukatif dan budaya. 

Semangat kolaborasi mewarnai seluruh rangkaian kegiatan Hardiknas yang mengusung tema nasional: “Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Thauhid Afrilian Noor menegaskan bahwa pendidikan bukan hanya instrumen pembelajaran, melainkan harapan dan kekuatan utama bangsa menuju masa depan.

“Pendidikan bukan sekadar soal sarana dan prasarana. Kita harus melihat lebih jauh: bagaimana pendidikan membentuk karakter, mengasah daya saing, dan menumbuhkan harapan,” ujar Thauhid usai upacara Hardiknas, Jumat (2/5/2025).

Thauhid menjelaskan, semangat Hardiknas tahun ini adalah membangun sistem pendidikan yang inklusif dan adaptif. Ia menyoroti pentingnya kebersamaan dalam mewujudkan pendidikan bermutu.

“Partisipasi semesta itu artinya semua pihak, orang tua, guru, komunitas, hingga sektor swasta, harus terlibat aktif. Pendidikan adalah tanggung jawab bersama,” jelasnya.

Sebagai bentuk nyata dari semangat tersebut, Disdikbud Kukar menggelar berbagai lomba yang berlangsung selama dua hingga tiga pekan. Mulai dari Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) bekerja sama dengan LPTQ Kukar, hingga lomba Ranking 1, Cerdas Langkas, dan Google Sim untuk pelajar tingkat SD dan SMP.

“Kami ingin kegiatan ini tak hanya edukatif, tapi juga menyenangkan dan interaktif. Anak-anak belajar sambil berkompetisi, itulah cara kita menanamkan semangat belajar sepanjang hayat,” ucap Thauhid.

Tak hanya itu, pelestarian budaya lokal juga menjadi fokus melalui perlombaan tari Jepen, tarsul, pidato dalam bahasa Kutai, dan kesenian daerah lainnya.

“Identitas budaya harus ditanamkan sejak dini. Pendidikan tak bisa lepas dari akar lokalnya,” katanya.

Rangkaian Hardiknas 2025 di Kukar ditutup dengan acara syukuran dan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba. Ustaz Hanan Attaki juga memberikan tausiyah dan membagikan inspirasi spiritual.

“Kami ingin kegiatan ini tidak hanya membentuk otak, tetapi juga hati. Ada sisi spiritual yang kami hadirkan agar pendidikan kita benar-benar menyentuh seluruh aspek kehidupan,” tutur Thauhid.

Lanjutkan Program Peningkatan Mutu Pendidikan

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, yang memimpin langsung upacara peringatan, menekankan pentingnya keberlanjutan program peningkatan mutu pendidikan, terutama bagi tenaga pendidik. Secara jumlah, guru kita relatif mencukupi, namun yang penting adalah peningkatan kualitasnya. Karena guru adalah ujung tombak pembentukan generasi,” ujar Sunggono dalam sambutannya.

Ia juga berharap, momentum Hardiknas ini menjadi titik tolak untuk terus memperbaiki sistem pendidikan yang lebih relevan dengan zaman.

“Pendidikan hari ini menentukan wajah Kukar dan Indonesia di masa depan. Mari kita jadikan semangat Hardiknas sebagai bahan bakar perubahan ke arah yang lebih baik,” pungkasnya.

 

(*)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6