Hardiknas 2025, KPK: Gratifikasi Bukan Rezeki

KPK menyatakan, edukasi terkait gratifikasi perlu karena dalam konteks pendidikan dapat berpengaruh terhadap pemberian nilai siswa atau mahasiswa.

Diperbarui 02 Mei 2025, 15:51 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan para guru dan dosen bahwa gratifikasi bukan rezeki. Imbauan ini terkait peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025.

"Harus dibedakan mana rezeki, dan mana gratifikasi," ujar Deputi Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK Wawan Wardiana usai menghadiri acara peringatan Hardiknas di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Jakarta, Jumat (2/5/2025), seperti dilansir dari Antara.

Oleh sebab itu, Wawan mengatakan bahwa KPK selalu menyosialisasikan dan mengampanyekan secara formal maupun informal kepada para guru dan dosen mengenai apa itu gratifikasi.

Ia menjelaskan bahwa sosialisasi maupun kampanye tersebut dilakukan hampir setiap tiga bulan sekali kepada guru atau dosen yang sudah atau baru ingin mengajar pendidikan antikorupsi.

"Jadi, tiap tiga bulan sekali kami melakukan webinar untuk meningkatkan kapasitas mereka mengenai antikorupsi, termasuk kepada kepala sekolahnya juga demikian, dosen-dosennya demikian," kata dia.

Menurut dia, pelaksanaan terdekat mengenai webinar dengan bahasan tersebut, yakni pada 15 Mei 2025.

"15 Mei nanti ada webinar khusus untuk dosen-dosen antikorupsi se-Indonesia. Nanti pembicaranya ada dari pimpinan kami, kemudian Mendiktisaintek (Brian Yuliarto) juga akan memberikan keynote (paparan)," jelasnya.

Senada dengan Wawan, Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo menegaskan bahwa institusinya tidak pernah berhenti memberikan edukasi terkait gratifikasi atau pendidikan antikorupsi.

Ibnu menjelaskan bahwa edukasi terkait gratifikasi perlu karena dalam konteks pendidikan dapat berpengaruh terhadap pemberian nilai siswa atau mahasiswa.

"Tadinya akan memberikan nilai yang tidak lulus, tetapi karena ada gratifikasi, maka dia memberikan suatu kelulusan. Di sini mencerminkan adanya tidak ada keadilan atau suatu yang koruptif," jelas dia.

Oleh sebab itu, dia juga mengatakan bahwa pihaknya terus menyampaikan agar gratifikasi dapat dilaporkan kepada KPK.

 

 

Prabowo Hadiri Peringatan Hardiknas di SDN Cimahpar 5 Bogor

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menghadiri peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di SDN Cimahpar 5 Bogor, Jawa Barat, Jumat (2/5/2025). Kedatangan Prabowo disambut antusias oleh siswa-siswi SDN Cimahpar 5 Bogor.

Berdasarkan pantauan Liputan6.com, Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 14.20 WIB. Prabowo sempat menyapa para siswa-siswi dari atas sunroof mobil Maung berplat RI-1.

Prabowo yang mengenakan kemeja safari berwarna cokelat melambaikan tangan kepada para siswa-siswi SDN Cimahpar 5 Bogor yang menunggu di luar gerbang sekolah. Mereka kompak memegang bendera merah putih untuk menyambut Prabowo.

Setibanya di dalam sekolah, Prabowo juga disambut antusias oleh para siswa-siswi. Mereka langsung berdiri dari bangku untuk melihat kedatangan Prabowo.

Prabowo sempat memasuki salah satu ruangan kelas di SDN Cimahpar 5 Bogor untuk melihat proses belajar mengajar para siswa.

Dalam acara ini, Prabowo tampak didampingi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, Kepala Staf Kepresidenan AM Putranto, hingga Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Yusuf Permana menyampaikan Prabowo akan meluncurkan sejumlah program di bidang pendidikan.

Program tersebut merupakan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan untuk masyarakat.

"Pada kesempatan tersebut juga akan dilakukan peluncuran Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang terdiri dari beberapa program. Program-Program tersebut merupakan bentuk komitmen kuat pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan bagi Masyarakat," jelas Yusuf kepada wartawan, Jumat (2/5/2025).

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6