Rekor Baru Tamiya di Lintasan Tertinggi

Lomba ketangkasan dan kecepatan mobil rakit Tamiya mencetak rekor baru dalam lintasan tertinggi. Rakitan Duajee Production mencapai ketinggian 5,95 meter tanpa mengganti baterei.

Diterbitkan 29 Juni 2003, 19:14 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Jakarta: Penggemar mobil Tamiya mempunyai cara unik untuk merayakan ulang tahun Kota Jakarta yang ke-476. Baru-baru ini digelar lomba ketangkasan dan kecepatan Tamiya dengan target memecahkan rekor track tertinggi. Puluhan kelompok peserta ambil bagian dalam kompetisi yang memperebutkan hadiah uang sebesar Rp 15 juta.

Pemecah rekor adalah Duajee Production. Tamiya tim ini mampu melewati lintasan dengan ketinggian 5, 95 meter sebanyak tiga kali tanpa ganti baterei. Hasil ini lebih tinggi dari rekor sebelumnya setinggi 4,4 meter yang dicetak Mei silam. Atas prestasinya ini, mereka dianugerahi sertifikat oleh Museum Rekor Indonesia (MURI). Menurut Manajer MURI Paulus Pangka, sertifikat yang ke-928 ini masuk dalam kategori "paling".

Tamiya adalah permainan mobil balap ala Jepang. Masuk di Indonesia sejak 1980, kepopulerannya sempat dikalahkan oleh permainan gasing. Bersamaan dengan penayangan film animasi tentang Tamiya di satu stasiun televisi swasta, orang kembali menggemarinya. Berbeda dengan mainan mobil balap lain, keasyikan permainan ini bukan karena adu kecepatan tetapi ditekankan pada kehandalan merakit. Mobil Tamiya tidak dijual dalam bentuk jadi, hanya berupa spare part atau komponen. Pemain lah yang harus pintar-pintar merakit dan mengkombinasikannya dengan peralatan yang tepat agar dapat menghasilkan mobil balap yang terhebat [baca: Ayo! Balapan Tamiya ].

Untuk menyemarakan permainan, awal bulan ini MURI mengeluarkan sertifikat untuk lintasan Tamiya terpanjang di Indonesia [baca: Lintasan Tamiya Terpanjang Dikukuhkam Muri ]. Track sepanjang 1,7 kilometer ini bahkan disebut-sebut sebagai yang terpanjang di Asia. Penetapan sebagai lintasan terpanjang ini dilakukan setelah staf MURI mengecek, termasuk menghitung panjang secara manual.(MIT/Christiyanto dan Agung Nugroho)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6