Sukses

Nasib Rusunawa Marunda, Tak Kunjung Direvitalisasi hingga Aset Dijarah

Rumah Susun Sewa atau Rusunawa Marunda, Cilincing, Jakarta Utara tengah menjadi sorotan.

Liputan6.com, Jakarta - Rumah Susun Sewa atau Rusunawa Marunda, Cilincing, Jakarta Utara tengah menjadi sorotan. Pasalnya, banyak aset Blok C Rusunawa Marunda yang dijarah oknum tak bertanggung jawab secara terang-terangan.

Aksi penjarahan telah merusak sejumlah bagian gedung. Menurut Eks Kepala Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) II Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta Uye Yayat Dimyati aksi penjarahan sudah terjadi sejak 2023 silam.

Uye menyampaikan, ada tujuh orang Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) yang pada 2023 tertangkap tangan mencuri barang dari unit-unit yang terbengkalai di Blok C Rusunawa Marunda.

"Itu ada lima orang (sekuriti) pada saat itu yang tertangkap tangan, dan untuk cleaning service itu ada dua orang," kata Uye kepada wartawan, dikutip Kamis 20 Juni 2024.

PJLP tersebut mencuri barang-barang seperti kabel, besi-besi, hingga pintu unit hunian yang masih terpasang di sana.

Mereka ditangkap oleh sekuriti rusun yang mendengar suara berisik dari para pelaku yang sedang membongkar aset.

"Mereka mengambil kabel, besi yang menempel. Itu yang dilakukan seperti itu dan itu kedapatan dikasih tahu ke saya, karena ketika beliau lewat, ada suara gedar-gedor segala macam," ujar Uye.

Uye mengatakan, pihaknya saat itu sudah memberikan sanksi tegas kepada tujuh orang tersebut dengan melakukan pemecatan.

* Follow Official WhatsApp Channel Liputan6.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

2 dari 3 halaman

Respons Heru Budi

Merespons hal tersebut, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengatakan, pelaku penjarahan barang dan material bangunan di Rusunawa Marunda, Cilincing, Jakarta Utara telah ditangkap

"Ada beberapa orang sudah ditangkap dan sudah diproses (hukum)," kata Heru kepada wartawan di Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis 20 Juni 2024.

Meski begitu, Heru menyampaikan tak mengetahui motif pelaku melakukan pencurian di lingkungan Rusunawa Marunda.

"Saya enggak sampai mendalami motifnya. Pokoknya yang penting dia melakukan penjarahan, pencurian, ya langsung ditindak," ucapnya.

Lebih lanjut, Heru juga membantah dugaan keterlibatan oknum PJLP Pemprov DKI terkait pencurian barang dan material di bangunan dari sekitar 500 unit kosong di Blok C Rusunawa Marunda.

"Enggak ada, saya rasa enggak ada (oknum PJLP) yang terlibat," ujar Heru.

3 dari 3 halaman

Roboh

Diketahui, pada Rabu 30 Agustus 2023 silam beton di Rusun Marunda Blok C5, Jakarta Utara roboh karena bangunan rusunawa yang sudah tidak layak. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Sejak saat itu, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta melakukan sosialisasi agar warga pindah ke Rusun Nagrak. Total sebanyak 451 Kepala Keluarga (KK) direlokasi ke Rusun Nagrak.

Adapun Rusun Nagrak dipilih karena lokasinya yang dekat dengan Rusun Marunda.

Selain itu, Kepala Unit Pelayanan Rumah Susun (UPRS) II Dinas PRKP DKI Jakarta Uye Yayat Dimyati mengatakan pihaknya telah melakukan sosialiasi sejak Maret 2022 agar warga segera pindah dari Rusunawa Marunda.

Sebab, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan kluster C Rusunawa Nagrak sudah tak layak untuk dihuni. Selain itu, relokasi dimaksudkan karena bangunan akan direvitalisasi oleh Pemprov DKI Jakarta.

Kala itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta Retno Sulistyaningrum mengatakan, rencana revitalisasi Rusunawa Marunda tengah disusun.

"Sedang proses perencanaannya. Diupayakan secepatnya (bisa direvitalisasi)," kata Retno saat dikonfirmasi, dikutip Jumat (8/9/2023).

Menurut Retno, pada 2023 ini pihaknya bakal fokus mencari dana di luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI untuk revitalisasi.

"Tahun ini proses mencari anggaran pembangunan. Diupayakan dana selain APBD," ucap dia.

Retno menyebut, revitalisasi nantinya tidak hanya dilakukan di Rusunawa Marunda saja. Rusunawa lain dengan kondisi yang sama alias tak layak huni rencananya juga akan ikut direvitalisasi.

Meski begitu, hingga kini tak ada info lebih lanjut terkait proses revitalisasi Rusunawa Marunda yang terbengkalai itu.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.