Wacana Koalisi Besar, PDIP Tegaskan Harus Ambil Jatah Capres

Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) menegaskan partainya harus mengisi posisi calon presiden (capres) bila bergabung dengan koalisi besar. Said mengatakan, tawaran itu merupakan hal yang logis karena PDIP pemilik kursi terbesar di DPR.

Diterbitkan 05 April 2023, 04:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) menegaskan partainya harus mengisi posisi calon presiden (capres) bila bergabung dengan koalisi besar. Said mengatakan, tawaran itu merupakan hal yang logis karena PDIP pemilik kursi terbesar di DPR.

Menurut Said, PDIP menginginkan kader internal yang menjadi calon presiden (Capres).

"PDIP kalau ngambil posisi capres, ya wajar-wajar saja, make sense lah. Bukan mau-maunya PDIP, enggak seperti itu. Logis. Sangat rasional," ujar Said di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (4/4/2023).

PDIP bisa mengusung calon presiden dan calon wakil presiden sendiri. Tetapi PDIP tetap berpandangan perlunya kerjasama politik untuk membangun bangsa. Maka itu, PDIP tetap akan menjalin koalisi Pemilu 2024.

"Tapi kami PDIP, yang selalu berteriak membangun bangsa dengan cara gotong royong, itu artinya PDIP enggak mau sendirian, akan bekerja sama," ujar Said.

Pertemuan Jokowi dengan 5 Ketum Parpol

Pertemuan Presiden Joko Widodo dengan lima ketua umum partai pendukung pemerintah membuka peluang terbentuknya koalisi besar. Antara Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang digagas Golkar, PAN, serta PPP dan Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KIR) Gerindra-PKB, bersatu.

Jokowi menggelar pertemuan dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, dan Plt Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono. Pertemuan digelar di tengah Silaturahmi Ramadan di Kantor DPP PAN, Minggu 2 April 2023.

 

Reporter: Ahda Bayhaqi

Sumber: Merdeka.com

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6