Sukses

Update Jumat 30 September 2022: 6.431.624 Positif Covid-19, Sembuh 6.255.918, Meninggal 158.112

Liputan6.com, Jakarta - Masih terus dilaporkan di Indonesia adanya penambahan kasus positif, sembuh, dan meninggal dunia akibat virus Corona yang menyebabkan Covid-19.

Tim Satuan Tugas atau Satgas Penanganan Covid-19 melaporkan, per data hari ini, Jumat (30/9/2022), bertambah 1.857 orang positif Corona.

Hingga saat ini total akumulatifnya ada 6.431.624 orang terkonfirmasi positif terinfeksi virus Corona yang menyebabkan Covid-19 di Indonesia.

Untuk kasus sembuh pada hari ini ada penambahan 2.601 orang. Di Indonesia total akumulatif terdapat 6.255.918 pasien berhasil sembuh dan dinyatakan negatif Covid-19 sampai saat ini.

Sementara itu, kasus meninggal dunia bertambah 19 orang pada hari ini. Jadi total akumulatif di Indonesia sampai kini ada 158.112 orang meninggal dunia akibat virus Corona yang menyebabkan Covid-19.

Data update pasien Covid-19 tersebut tercatat sejak Kamis 29 September 2022 pukul 12.00 WIB, hingga hari ini, Jumat (30/9/2022) pada jam yang sama.

Sebelumnya, Kepala BPOM Penny K Lukito menuturkan, vaksin Covid-19 dalam negeri Indovac mendapatkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA).

Vaksin yang dikembangkan oleh PT Bio Farma dengan Baylor College of Medicine akan segera diproduksi.

"Vaksin dalam negeri Indovac yang dari Bio Farma dengan Baylor College of Medicine itu sudah dapat EUA untuk vaksin primer dewasa," ujar Penny di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 28 September 2022.

"Indovac itu sudah dapat dan akan diproduksi di Indonesia," sambungnya.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 4 halaman

Vaksin Merah Putih Belum

BPOM juga mengantongi EUA untuk vaksin Etana yang akan digunakan untuk suntikan primer maupun booster. Vaksin tersebut dikembangkan menggunakan platform mRNA. Vaksin ini juga akan diproduksi di Indonesia.

"Ini vaksin mRNA yang bisa disimpan 2-8 drajat celcius. Jadi saya kira ini teknologi yang bagus juga, kita sudah ada di Indonesia. Ini juga sudah dapat EUA untuk booster dan juga untuk primer," ujar Penny.

Sementara vaksin Merah Putih belum mendapatkan izin penggunaan darurat.

Paling lambat diperkirakan akan dikeluarkan pada awal Oktober 2022.

"Vaksin merah putih masih dalam finalisasi, jadi sebentar lagi. Ini kan September, awal Oktober akan dapat EUA," ujar Penny.

Ia menjamin vaksin Covid-19 yang diproduksi di dalam negeri mengantongi sertifikat halal.

"Semua vaksin dalam negeri adalah vaksin halal. Termasuk yang Etana yang mRNA juga halal. Jadi teknologi terbaru yang mRNA dan halal itu ada di Indonesia," jelas Penny.

3 dari 4 halaman

Rasa Syukur Menkes Budi

Sementara itu, Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan kondisi Covid-19 nasional sudah lebih membaik dan terkendali. Meski masih terjadi penambahan kasus baru tiap harinya, secara umum prevalensi makin melandai.

Berdasarkan Laporan Harian Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) per 24 September 2022, kasus konfirmasi, pasien rawat inap, dan kapasitas tempat tidur pasien (Bed Occupancy Ratio/BOR) menurun dalam dua minggu terakhir. Rinciannya, antara lain:

- Kasus konfirmasi pada 2 minggu terakhir ini mengalami penurunan, dari 2.968 menjadi 1.999

- Kasus aktif pada 2 minggu terakhir ini mengalami penurunan, dari 37.936 menjadi 24.738

- Kematian pada 2 minggu terakhir ini mengalami penurunan, dari 2,47 menjadi 2,46

- Pasien dirawat pada 2 minggu terakhir ini mengalami penurunan, dari 3.561 menjadi 3.134

- BOR pada 2 minggu terakhir ini mengalami penurunan, dari 5,63 persen menjadi 5,06 persen

"Alhamdulillah. Sudah Alhamdulillah (lebih baik)," ucap Budi Gunadi di Komplek Parlemen Senayan, DPR RI, Jakarta pada Senin, 26 September 2022.

Dalam laporan per 24 September 2022 juga menganalisis unggahan atau kicauan di media sosial soal topik protokol kesehatan. Bahwa masyarakat dalam membicarakan 'Protokol Kesehatan' tidak mengalami perubahan, yaitu tetap pada penilaian positif (data 12 September 2022 sebanyak 88,2 persen dan data 24 September 2022 sebanyak 85,4 persen).

Sementara itu, laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Situation Report – 94 yang terbit 22 September 2022 menunjukkan, tren penurunan terlihat pada jumlah kasus baru mingguan di Indonesia. Namun, penting untuk dicatat bahwa tingkat testing nasional menurun.

Tingkat testing Covid-19 nasional menurun ke tingkat di bawah patokan 1 orang yang dites per 1.000 populasi per minggu sejak minggu pertama bulan September 2022. Pada 18 September 2022, testing di angka 0,79.

4 dari 4 halaman

Perjalanan Kasus Corona di Indonesia

Kasus infeksi virus Corona pertama kali muncul di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China Desember 2009. Dari kasus tersebut, virus bergerak cepat dan menjangkiti ribuan orang, tidak hanya di China tapi juga di luar negara tirai bambu tersebut.

2 Maret 2020, Presiden Joko Widodo atau Jokowi bersama Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengumumkan kasus Covid-19 pertama di Indonesia. Pengumuman dilakukan di Veranda Istana Merdeka.

Ada dua suspect yang terinfeksi Corona, keduanya adalah seorang ibu dan anak perempuannya. Mereka dirawat intensif di Rumah Sakit Penyakit Infeksi atau RSPI Prof Dr Sulianti Saroso, Jakarta Utara.

Kontak tracing dengan pasien Corona pun dilakukan pemerintah untuk mencegah penularan lebih luas. Dari hasil penelurusan, pasien positif Covid-19 terus meningkat.

Sepekan kemudian, kasus kematian akibat Covid-19 pertama kali dilaporkan pada 11 Maret 2020. Pasien merupakan seorang warga negara asing (WNA) yang termasuk pada kategori imported case virus Corona. Pengumuman disampaikan Juru Bicara Pemerintah untuk Urusan Virus Corona, Achmad Yurianto, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat

Yurianto mengatakan, pasien positif Covid-19 tersebut adalah perempuan berusia 53 tahun. Pasien tersebut masuk rumah sakit dalam keadaan sakit berat dan ada faktor penyakit mendahului di antaranya diabetes, hipertensi, hipertiroid, dan penyakit paru obstruksi menahun yang sudah cukup lama diderita.

Jumat 13 Maret 2020, Yurianto menyatakan pasien nomor 01 dan 03 sembuh dari Covid-19. Mereka sudah dibolehkan pulang dan meninggalkan ruang isolasi.

Pemerintah kemudian melakukan upaya-upaya penanganan Covid-19 yang penyebarannya kian meluas. Di antaranya dengan mengeluarkan sejumlah aturan guna menekan angka penyebaran virus Corona atau Covid-19. Aturan-aturan itu dikeluarkan baik dalam bentuk peraturan presiden (perpres), peraturan pemerintah (PP) hingga keputusan presiden (keppres).

Salah satunya Keppres Nomor 7 tahun 2020 tentang Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Keppres ini diteken Jokowi pada Jumat, 13 Maret 2020. Gugus Tugas yang saat ini diketuai oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo ini dibentuk dalam rangka menangani penyebaran virus Corona.

Gugus Tugas memiliki sejumlah tugas antara lain, melaksanakan rencana operasional percepatan penanangan virus Corona, mengkoordinasikan serta mengendalikan pelaksanaan kegiatan percepatan penanganan virus Corona.

Sementara itu, status keadaan tertentu darurat penanganan virus Corona di Tanah Air ternyata telah diberlakukan sejak 28 Januari sampai 28 Februari 2020. Status ditetapkan pada saat rapat koordinasi di Kementerian Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (PMK) saat membahas kepulangan WNI di Wuhan, China.

Kapusdatinkom BNPB Agus Wibowo menjelaskan, karena skala makin besar dan Presiden memerintahkan percepatan, maka diperpanjang dari 29 Februari sampai 29 Mei 2020. Sebab, daerah-daerah di tanah air belum ada yang menetapkan status darurat Covid-9 di wilayah masing-masing.

Agus Wibowo menjelaskan jika daerah sudah menetapkan status keadaan darurat, maka status keadaan tertentu darurat yang dikeluarkan BNPB tidak berlaku lagi.

Penanganan kasus virus corona (Covid 19) pun semakin intens dilakukan. Pemerintah melakukan berbagai upaya untuk mereduksi sekaligus memberikan pengobatan terhadap mereka yang terpapar Covid-19.

Berdasarkan situs covid19.go.id, sebanyak 140 rumah sakit di Tanah Air dijadikan rujukan untuk penanganan pasien Covid-19. Ada pula sejumlah tempat yang dijadikan rumah sakit darurat.

Salah satunya, pemerintah resmi menjadikan Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, sebagai rumah sakit darurat untuk pasien Covid 19. Peresmian dilakukan langsung oleh Presiden Jokowi, Senin 23 Maret 2020. Begitu dibuka, Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran langsung menerima pasien.

Ada pula Rumah Sakit Darurat di Pulau Galang, Kepulauan Riau. Pulau tersebut dulunya merupakan tempat penampungan warga Vietnam. Tempat tersebut telah dirapikan dan bisa menampung 460 pasien. Sejumlah tempat milik pemerintah lainnya juga dijadikan tempat isolasi pasien yang terpapar Covid-19.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.