Sukses

Menilik Langkah-langkah Keran Ekspor Minyak Goreng Dibuka, Kebijakan Tepat?

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo memutuskan membuka kembali keran ekspor minyak goreng dan bahan bakunya (minyak sawit mentah/ crude palm oil/ CPO) hari ini (23/5/2022). Hal tersebut dilakukan karena pasokan minyak goreng sudah berlimpah dan harga mulai turun.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan kepada jajarannya untuk menyiapkan langkah-langkah dalam rangka mewujudkan ketersediaan, kelancaran distribusi, dan harga minyak goreng curah sesuai harga eceran tertinggi (HET).

Perintah ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/990/V/RES 2.1/2022 yang dikeluarkan pada hari Jumat (20/5) yang ditandatangani oleh Kabareskrim Polri atas nama Kapolri.

Pengurus Besar Inisiator Perjuangan Ide Rakyat (PB INSPIRA) ‘angkat topi’ terhadap langkah strategis serta kinerja Presiden Joko Widodo dan Kapolri Listyo Sigit Prabowo yang dinilai sukses dalam mengatasi persoalan minyak goreng.

Rizqi Fathul Hakim, Ketua Umum PB INSPIRA mengatakan, kebijakan Presiden Joko Widodo dalam membuka keran ekspor CPO sudah tepat, ini akan berdampak positif bagi pemulihan ekonomi nasional yang manfaatnya dapat dirasakan sampai ke para petani sawit.

“Begitupun langkah strategis Kapolri Jenderal Listyo Sigit memerintahkan jajarannya untuk menyiapkan langkah-langkah dalam rangka mewujudkan ketersediaan, kelancaran distribusi, dan harga minyak goreng curah sesuai harga eceran tertinggi (HET), kami nilai sudah sangat tepat. Kami angkat topi terhadap kinerja Jokowi dan Kapolri dalam mengatasi persoalan minyak goreng ini,” lanjut Rizqi.

Jokowi mengatakan, kebutuhan nasional per bulan untuk minyak goreng curah sekitar 194.000 ton. Pada Maret 2022 sebelum dilakukan pelarangan ekspor, pasokan minyak goreng hanya mencapai 64.500 ton.

"Namun, setelah dilakukan pelarangan ekspor pada April pasokan minyak goreng Indonesia mencapai 211.000 ton per bulannya," kata Jokowi.

Pemerintah memastikan minyak goreng murah Rp 14.000 per liter akan didistribusikan kepada masyarakat lewat pasar-pasar tradisional yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.