Sukses

Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Kemayoran Jadi 8 Orang per 16 Mei 2022

Liputan6.com, Jakarta - Pasien Covid-19 yang menjalani rawat inap di Tower 5, 6, dan 7 Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, bertambah 1 orang. Sehingga jumlahnya menjadi delapan orang pada Senin (16/5/2022).

"Jumlah pasien rawat inap bertambah 1," kata Pegawai Harian Lepas (PHL) Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I, Septiono Prayogo, Senin.

Pria yang kerap disapa Yoga ini merinci pasien Covid-19 di RSDC Wisma Atlet Kemayoran. Tercatat 4 orang di antaranya pria dan 4 wanita.

Sejak 23 Maret 2020 hingga 16 Mei 2022, RSDC Wisma Atlet Kemayoran merawat 164.227 pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Yoga juga melaporkan situasi di Rumah Sakit Khusus Infeksi (RSKI) Pulau Galang. Hingga hari ini, tidak ada pasien Covid-19 yang menjalani perawatan di rumah sakit yang terletak Pulau Galang, Kota Batam, Kepulauan Riau itu.

Sejak 12 April 2020 hingga 16 Mei 2022, RSKI Pulau Galang merawat 21.822 pasien Covid-19.

2 dari 4 halaman

Update Covid-19 Senin 16 Mei 2022

Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 melaporkan, 182 orang terkonfirmasi positif Covid-19 pada Senin (16/5/2022). Sehingga sampai kini total akumulatif ada 6.050.958 orang terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia.

Untuk kasus sembuh ada penambahan 263 orang pada hari ini. Total akumulatifnya di Indonesia terdapat 5.889.797 pasien berhasil sembuh dan dinyatakan negatif Covid-19 sampai saat ini.

Sementara itu kasus meninggal dunia pada hari ini bertambah 6 orang. Dengan demikian, ada 156.464 orang meninggal dunia akibat terpapar virus Corona.

Data update pasien Covid-19 tersebut tercatat sejak Minggu 15 Mei 2022 pukul 12.00 WIB, hingga hari ini, Senin (16/5/2022) pada jam yang sama.

3 dari 4 halaman

Satgas: Sudah 42,4 Juta Orang dapat Vaksin Booster Covid-19

Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melaporkan sudah 42.415.365 orang menerima vaksinasi Covid-19 dosis penguat (booster) setelah bertambah 213.553 orang sampai dengan pukul 12.00 WIB, Sabtu (14/5/2022).

Menurut data Satgas, penambahan juga terjadi pada dosis lengkap yang kini sudah mencapai 166.160.498, bertambah 79.967 orang dari hari sebelumnya.

Sedangkan dosis pertama dilaporkan mengalami peningkatan 42.913, sehingga totalnya kini menjadi 199.556.458 orang.

Pemerintah juga terus memastikan bahwa 208.265.720 orang yang menjadi target sasaran vaksinasi, setidaknya sudah mendapatkan dosis lengkap guna memutus mata rantai penularan Covid-19 di Indonesia.

Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito meminta seluruh pihak mewaspadai tren peningkatan mobilitas masyarakat yang berpotensi menyebabkan terjadinya kembali lonjakan kasus Covid-19 pasca libur Lebaran lalu.

Berdasarkan data yang dikutip dari Google Mobility per 6 Mei 2022 lalu, kenaikan mobilitas pada umumnya terjadi pada lokasi retail, rekreasi toko bahan makanan, taman dan pusat transportasi umum, sementara mobilitas pada tempat kerja dan perkantoran secara keseluruhan mengalami penurunan.

Dengan potensi penularan besar tersebut, Wiku meminta setiap masyarakat untuk segera melengkapi dosis vaksinasinya, bila sudah lebih dari enam bulan ataupun belum mendapatkan dosis penguat (booster) di fasilitas kesehatan terdekat guna menjaga imunitas tetap terbentuk.

4 dari 4 halaman

Covid-19 Terus Terkendali, KSP: Skema Pandemi Berakhir Semakin Dekat

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Abraham Wirotomo, mengungkapkan, skema pasca pandemi semakin dekat. Terlebih, kata dia, situasi Covid-19 terus terkendali selama delapan minggu terakhir.

"Sejak 24 Maret hingga 12 Mei atau selama delapan minggu, angka Reproduction Rate konsisten di angka 1. Ini artinya selama 8 minggu, pandemi Covid-19 sudah terkendali, dan skema pandemi berakhir semakin dekat," kata Abraham, Jumat (13/5/2022).

Kendati begitu, dia menyampaikan pemerintah masih tetap menerapkan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Pemerintah juga terus memonitor angka kasus hingga beberapa minggu ke depan, untuk memastikan apakah ada lonjakan kasus.

"Ini dilakukan karena kita baru saja merayakan lebaran dengan jumlah pemudik yang luar biasa besar," jelasnya.

"Indikator epidemiologi dan masukan para pakar selalu menjadi bagian dalam pengambilan kebijakan," sambung Abraham.

Dia kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak tergesa-gesa mengendorkan protokol kesehatan. Masyarakat diminta menunggu hasil evaluasi penanganan Covid-19 pasca mudik lebaran.

"Prokes jangan sampai kendor. Jangan sampai masa kelam pandemi terulang. Kalau bisa kita sama-sama akhiri pandemi di tahun ini, dan fokus pada pemulihan ekonomi," tutur dia.

 

Reporter: Titin Supriatin

Sumber: Merdeka.com