Sukses

Jalankan Pesan Prabowo, Sekjen Gerindra dan Wagub DKI Jakarta Silahturahmi ke Ulama

Liputan6.com, Jakarta Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria bertemu dengan sejumlah ulama dan habaib di Jakarta dalam rangka silaturahmi Ramadhan.

Ulama dan habaib yang dikunjungi antara lain Habib Ali bin Abdurrahman Alhabsy (Habib Kwitang), KH Maulana Kamal Yusuf pengasuh Pondok Pesantren Paseban, KH Lutfi Zawawi, KH Robby Fadil Ketua MUI Jakarta Pusat, KH Fakhruddin Syafi'i Hadzamie, dan KH Muhammar Syarif Matnajih.

"Kegiatan ini dalam rangka silaturahmi Ramadhan dengan para ulama dan habaib di Jakarta. Saya sampaikan salam hormat dari Pak Prabowo untuk Habib dan keluarga," kata Muzani saat berkunjung ke kediaman Habib Kwitang, Jakarta Pusat, (13/4/2022).

Dalam kesempatan itu, dia menyampaikan permohonan maaf lantaran Prabowo tak bisa datang langsung bersilahturahmi.

"Pak Prabowo juga sampaikan permohonan maaf karena belum bisa silaturahmi langsung ke sini. Di lain waktu beliau sampaikan harapannya untuk bisa bersilaturahmi secara langsung," kata Muzani.

Menurut dia, partai politik memiliki tanggung jawab besar dalam upaya memperjuangkan kepentingan bangsa dan kesejahteraan rakyat. Partai politik, kata Muzani, juga merupakan pilar demokrasi yang memiliki kepentingan untuk selalu mendekatkan diri kepada rakyat.

"Pak Prabowo selalu berpesan kepada kami, jika kalian ingin tahu isi hati rakyat, mata hati rakyat, keluh kesah rakyat, maka dekatilah ulama. Karena ulama adalah teladannya rakyat. Itu lah pesan yang selalu ditanamkan Pak Prabowo kepada kami," ujar pria yang juga merupakan Wakil Ketua MPR itu.

 

2 dari 3 halaman

Respons Para Ulama

Sementara para ulama dan habaib merespons kunjungan silaturahmi keluarga besar Gerindra dengan mendoakan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto agar selalu dalam lindungan Allah SWT.

Serta diberikan umur panjang, kesehatan, dan keberkahan atas hajat kepentingan yang Prabowo lakukan sebagai Menhan ataupun di masa yang akan datang.

"Saya berterimakasih karena telah dikunjungi Bapak Ahmad Muzani beserta rombongan. Sampaikan juga salam saya untuk Pak Prabowo, mudah-mudah beliau senantiasa diberikan kesehatan oleh Allah, diberikan umur panjang, dan selalu diberkahi kerja-kerjanya sebagai Menteri Pertahanan. Serta dimudahkan segala kepentingan-kepentingan beliau di masa depan terutama yang berkaitan dengan kebaikan-kebaikan untuk rakyat, bangsa, dan negara," ujar Habib Kwitang.

Senada dengan Habib Kwitang, KH Maulana Kamal Yusuf turut menyampaikan terimakasih dan salam hormat atas kunjungannya. Dia pun menyampaikan bahwa silaturahmi adalah sifat-sifat kebaikan yang dianjurkan oleh agama Islam.

Sementara KH Lutfi Zawai mengatakan, bulan suci ramadhan akan semakin berkah bila diisi dengan kegiatan silaturahmi sesuai anjuran Nabi Muhammad SAW.

 

3 dari 3 halaman

Dekatkan Parpol dengan Rakyat

Sebelumnya, Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani, menyampaikan Pesan Ketua Umum Prabowo Subianto soal pentingnya silaturahmi partai politik kepada seluruh elemen bangsa. Tidak terkecuali kepada kiai dan ulama sebagai mata dan hati dari rakyat.

"Pesan Pak Prabowo untuk selalu selalu dekat dengan rakyat. Caranya adalah dengan silaturahmi kepada para kiai, ulama-ulama, karena mereka adalah mata hati rakyat," kata Muzani dalam keterangan tertulis diterima, Jumat (25/2/2022).

Selain itu, lanjut Muzani, seniman dan budayawan juga menjadi kelompok yang harus dirangkul. Sebab, melalui karya mereka, partai politik dapat mendengar dan merasakan hal yang tengah diresahkan dan dapat menjadi perbaikan bagi bangsa.

"Kami serukan agar orang-orang politik itu untuk bersilaturahmi dengan budayawan, supaya bisa mempertajam rasa, pikirian, dan rasionalitasnya dalam rangka menangkap aspirasi rakyat. Inilah cara kami," ujar saat berkunjung ke kediaman penyair kondang sekaligus budayawan, KH Zawawi Imron di Sumenep, Madura.

Selain berkunjung ke kediaman KH Zawawi Imron, Muzani juga menghadiri peresmian Rumah Kesenian Kris yang berada di Pamekasan. Galeri seni tersebut digagas oleh Arief Wibisono selaku Founder Rumah Budaya dan Syafi'ih Kamil, CEO Java Foundation Amsterdam.