Meski Membahayakan, Jembatan Kali Apu Belum Ditutup

Lalu lalang kendaraan dan pejalan kaki di jembatan yang tertutup banjir lahar masih padat. Di tengah jembatan, banyak kendaraan mogok dan nyaris terseret ke tanggul sedalam 15 meter.

Diterbitkan 30 Januari 2003, 06:38 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Boyolali: Jembatan Kali Apu di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, masih tertutup banjir lahar dingin susulan dari Gunung Merapi. Sarana transportasi satu-satunya penduduk Desa Tlogo Lele keluar daerah itu digenangi aliran sungai bercampur pasir dan batu. Dua ruas pagar pengaman juga hanyut sehingga tidak aman untuk dilalui.

Bukan itu saja, lalu lalang kendaraan dan pejalan kaki di jembatan masih padat. Padahal, saat melintas di bagian tengah jembatan, banyak kendaraan yang mogok dan nyaris terseret ke tebing tanggul sedalam 15 meter. Gawatnya, saat ini, aliran sungai makin deras karena di kawasan puncak Gunung Merapi masih terjadi hujan. Sebaliknya, Sekretaris Daerah Kabupaten Boyolali Sukadi mengatakan, kondisi jembatan masih kuat. Untuk memandu kendaraan yang lewat, sejumlah petugas ditempatkan di lokasi selama 24 jam.

Sekadar mengingatkan, jutaan kubik lahar dingin Gunung Merapi menerjang Kali Apu pada Senin silam. Akibatnya, talud bagian bawah bangunan dam sedalam 15 meter dengan lebar 200 meter yang ada di wilayah itu ambrol. Banjir lahar juga memutus jalur lalu lintas antara Desa Klakah dan Desa Tlogo Lele, Kecamatan Selo. Untungnya tak ada korban jiwa dalam bencana ini [baca: Banjir Lahar Dingin Menerjang Kali Apu Boyolali].(TNA/Solikun)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6