Sukses

LSI Denny JA Prediksi Prabowo akan Lawan Pendukungnya Sendiri Jika Maju Pilpres 2024

Liputan6.com, Jakarta - Peneliti Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Adjie Alfaraby memaparkan, risiko Prabowo Subianto jika maju Pilpres 2024. Menurutnya, pendukung Prabowo di Pilpres 2019 akan melawan balik lantaran merasa dikhianati usai Ketua Umum Partai Gerindra itu bergabung ke pemerintahan Jokowi.

“Ada kemungkinan resistensi Prabowo di segmen pemilih yang awalnya mendukung Prabowo 2019 mereka yang kita bisa bilang sebagai kelompok anti Jokowi di 2019 akhirnya bisa melawan balik ke Prabowo atau resistensi ke Prabowo karena merasa dikhianati Prabowo karena bergabung dalam koalisi pemerintahan saat ini. Jadi ini resistensi secara politik," katanya dalam survei 3 king/queen maker Pilpres 2024 dan komplikasinya, Kamis (17/6/2021).

Kemudian, komplikasi Prabowo berikutnya adalah aura kekalahannya sendiri. Dia mengatakan, Prabowo sudah tiga kali kalah maju jadi capres maupun cawapres di 2009, 2014 dan 2019.

"Sehingga dalam percakapan publik kita sering dengar lu lagi lu lagi, Prabowo lagi Prabowo lagi, jadi memang memunculkan satu pesimisme satu hal secara psikologis yang sulit untuk dibantah oleh Prabowo karena aura kekalahannya yang dilihat oleh publik selama 3 kali jadi capres maupun cawapres," tuturnya.

2 dari 3 halaman

Edhy Prabowo Jadi Batu Sandungan

Selain itu, risiko Prabowo ialah kasus korupsi yang menjerat kader Gerindra sekaligus eks Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo. Dia mengatakan, citra Prabowo akan buruk jika maju capres 2024.

"Masalah kasus korupsi yang juga melibatkan menteri di pemerintahan Jokowi saat ini menteri KKP yang berasal dari partai Gerindra, publik juga mengenal beliau tokoh yang cukup dekat dengan Prabowo sehingga ini juga bisa mempengaruhi imagenya dalam pertarungan capres berikutnya," pungkasnya. 

Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Sumber: Merdeka

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan di bawah ini: