Sukses

Pemprov DKI Minta Agar Restoran Tak Tampilkan Disk Jockey Saat Ramadhan

Liputan6.com, Jakarta - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Gumilar Ekalaya mengimbau agar para pengelola rumah makan ataupun restoran tidak menampilkan pertunjukan musik secara langsung saat Ramadhan.

Dia juga meminta agar pengelola tetap menerapkan protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Seperti halnya pembatasan kapasitas pengunjung.

"Serta tidak diperbolehkan menampilkan pertunjukan musik hidup dan disk jockey (DJ). Selain itu, bar atau rumah minum yang berdiri sendiri dan yang terdapat pada usaha restoran atau rumah makan wajib ditutup," kata Gumilar melalui keterangan tertulis, Selasa (13/4/2021).

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah memperbaharui waktu operasional tempat makan di Ibu Kota selama Ramadan 2021.

Hal tersebut berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 434 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Keputusan Gubernur Nomor 405 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro disingkat PPKM Mikro.

Kepgub tersebut telah ditandatangani oleh Anies Baswedan pada 9 April 2021.

"Dine-in sampai dengan pukul 22.30 WIB dan dapat beroperasi kembali pada pukul 02.00-04.30 WIB untuk melayani kebutuhan sahur," bunyi kepgub yang dikutip Liputan6.com, Selasa (13/4/2021).

 

2 dari 3 halaman

Pembatasan Pengunjung

Lalu dalam Kepgub tersebut juga disebutkan bila setiap tempat makan, restoran, pedagang kaki lima, atau lapak jajanan pada lokasi binaan dan lokasi sementara harus melakukan pembatasan kapasitas pengunjung. Yakni maksimal 50 persen kapasitas pengunjung.

Selain itu, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu juga mengatur mengenai pembelian untuk dibawa pulang atau take away.

"Dapat melayani take away atau delivery service sesuai jam operasional (24 jam)," jelas dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: