Sukses

Polda NTB Selidiki Amuk Massa di Lombok

Liputan6.com, Lombok: Polda Nusa Tenggara Barat menyesalkan kasus penyerangan massa terhadap tahanan hingga tewas di Markas Polsek Kediri, Lombok Timur. Terlebih, penyerangan tersebut dipicu isu melalui pesan singkat telepon genggam yang menyebut korban merupakan pelaku penculikan dan penjual organ tubuh. Demikian dikatakan Kabid Humas Polda NTB I Gusti Ketut Suarya di Lombok, Senin (22/10). 
 
Suarya menjelaskan, korban amuk massa hingga kini belum dipastikan terindikasi sebagai kawanan penculik. Karena itu, ia menambahkan, Polda NTB bekerja sama dengan Polres Lombok Timur sedang menyelidiki pihak yang diduga memprovokasi warga. Jenazah korban juga masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara karena pihak keluarga belum berani mengambil jenazah, khawatir akan ada penyerangan susulan. 
 
Sementara itu, keluarga korban menyayangkan aksi anarkis tersebut. Pasalnya, di antara korban ada yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan tudingan sebagai penculik. 
 
Sebelumnya, dua orang yang diduga pelaku penculikan dan ditahan di sel tahanan Markas Polsek Kediri, Lombok, tewas akibat diamuk massa. Ruangan dan kaca jendela Mapolsek juga hancur dirusak massa [baca: Pelaku Penculikan Tewas Dihakimi Massa di Kantor Polisi].(ADI/ADO) 
 

    Loading