Sukses

DKI Perkuat Puskesmas untuk Tanggulangi Covid-19 di PSBB Transisi

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mengevaluasi pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di tengah pandemi Covid-19 yang akan berakhir Minggu 25 Oktober 2020. Untuk menekan penularan Covid-19 selama masa PSBB transisi ini, Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengaku tengah menggenjot fungsi Puskesmas.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, Ibu Kota sejatinya memiliki pengalaman dalam satu wabah, seperti pada 2005 terjadi wabah difteri. Agar wabah tersebut bisa ditekan maksimal, penguatan puskesmas di setiap kecamatan menjadi tumpuan.

"Kami sadar DKI sebagai Ibu Kota negara, untuk itu surveillance menjadi salah satu yang penting. Kekuatan kita penguatan di puskesmas di setiap kecamatan," kata Widya, dalam diskusi virtual soal Covid-19 di channel Youtube KGM Bappenas, Jumat 23 Oktober 2020.

Widya menjelaskan pentingnya penguatan fungsi Puskesmas. Dia mengatakan, berbagai data di tingkat kecil diperoleh dari puskesmas. Data-data tersebut akan mempermudah pelacakan sekaligus pembentukan kebijakan yang tepat terhadap satu wilayah.

Meski, lanjut dia, pemprov juga menerima data dan informasi terkait Covid-19 dari fasilitas kesehatan masyarakat Universitas Indonesia, untuk mengetahui perubahan perilaku masyarakat.

 

2 dari 3 halaman

Peran Wali Kota

Selain itu, imbuh Widya, peran setiap wali kota menjadi penting. "Kemudian asupan dari teman-teman wali kota sebagai potret real lapangan, dan kajian dilakukan seminggu sekali," tutur Widya.

Ia menambahkan, selama pelonggaran PSBB saat ini, Pemprov DKI terus meningkatkan kapasitas pelacakan untuk mempercepat perawatan orang-orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Tak ketinggalan, Widya kembali mengingatkan agar masyarakat tetap menerapkan prinsip memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun di air mengalir.

 

Reporter: Yunita Amalia

Sumber: Merdeka

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: